Poin Penting
- Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Imam Teguh Saptono meraih penghargaan Best CEO 2025 di tengah tantangan besar membenahi kinerja dan reputasi bank.
- Tantangan utama sejak Maret 2025 adalah mengembalikan trust umat, karena perbankan syariah tak hanya soal bisnis, tetapi juga kredibilitas nilai dan tata kelola.
- Manajemen menjalankan Turnaround Plan berbasis nilai dengan menyederhanakan fokus bisnis, menghentikan ekspansi tidak sehat, dan memperkuat segmen haji-umrah.
Jakarta – Pengakuan sebagai Best CEO 2025 menjadi legitimasi atas kepemimpinan Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Imam Teguh Saptono. Tetapi, sorotan utama justru tertuju pada bagaimana ia menghadapi fase krusial transformasi Bank Muamalat di tengah tekanan industri dan ekspektasi tinggi publik terhadap perbankan syariah.
Sejak hari pertama menjabat, Imam dihadapkan pada tantangan mendasar: mengembalikan kepercayaan (trust) umat. Menurutnya, persoalan bank syariah tidak semata soal kinerja keuangan, melainkan juga kredibilitas nilai.
“Kita berhadapan dengan pasar yang sangat kritis dan spiritual sekaligus. Mereka ingin bank yang tidak hanya Islami, tapi juga bermartabat dan terpercaya,” kata Imam dikutip 1 Maret 2026.
Baca juga: Muamalat DIN Dorong Zakat Digital, Volume Ziswaf Melonjak
Imam mengakui, tantangan terberat justru datang dari dalam organisasi. Karena itu, ia memilih tidak sekadar mempercantik laporan kinerja, melainkan melakukan pembenahan fundamental melalui Turnaround Plan berbasis nilai.
“Kami tidak memulai dari kosmetik kinerja, tetapi dari hal yang paling mendasar: kesadaran kolektif bahwa krisis bukanlah aib, melainkan momentum spiritual dan manajerial untuk bangkit. Dari situ, kami menyederhanakan fokus bisnis, menghentikan ekspansi yang tidak sehat, dan mengalihkan energi organisasi ke segmen-segmen yang benar-benar kami pahami dan kuasai—khususnya ekosistem haji dan umrah, pembiayaan emas, dan ritel yang resilient,” tuturnya.
Langkah tersebut menjadi penanda perubahan arah strategis Bank Muamalat. Alih-alih mengejar pertumbuhan agresif, manajemen memilih pendekatan selektif dengan memperkuat ceruk pasar yang dinilai paling sesuai dengan DNA perseroan sebagai pionir bank syariah nasional.
Di saat bersamaan, Imam juga menegaskan reposisi budaya kerja internal. Bank Muamalat, tegasnya, bukan sekadar entitas bisnis, melainkan institusi perjuangan yang membawa misi ekonomi syariah. Transformasi pun menyentuh cara pengambilan keputusan hingga pola layanan kepada nasabah.
Baca juga: Begini Strategi Bank Muamalat Genjot Tabungan Haji
“Perlahan tapi pasti, trust mulai kembali, kinerja membaik, dan yang terpenting: organisasi menemukan kembali jati dirinya,” ujarnya.
Penghargaan Best CEO 2025, lanjut Imam, merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan Bank Muamalat serta dukungan para pemangku kepentingan.
“Perjalanan tiga dekade Bank Muamalat menjadi bagian dari ikhtiar hijrah keuangan masyarakat menuju sistem yang lebih amanah dan sesuai prinsip syariah,” tutupnya.
Sekadar informasi tambahan, pemilihan Best CEO 2025 dilakukan melalui survei dengan menggunakan pendekatan The 4 Essential Roles of Leadership yakni menginspirasi kepercayaan, menciptakan visi, mengeksekusi strategi, dan potensi pembimbingan.
Adapun responden survei adalah karyawan yang berada di level 3-4 di bawah CEO. Di samping itu, kinerja perusahaan juga menjadi pertimbangan dalam menentukan CEO yang berhak menyandang predikat Best CEO 2025. (*)









