Poin Penting
Jakarta – Ikatan Keluarga Alumni Universitas Padjadjaran (IKA UNPAD) menggelar Ekonomi Pancasila Forum 2026 (EPF 2026) sebagai upaya mendorong reaktualisasi Ekonomi Pancasila dalam perumusan kebijakan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global dan dinamika pasar domestik.
Forum bertema “Reaktualisasi Ekonomi Pancasila Menuju Indonesia Emas 2045” ini berlangsung di Assembly Hall, Menara Mandiri, Jakarta baru-baru ini.
Ketua Umum IKA UNPAD yang juga Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan, EPF 2026 merupakan bagian dari komitmen IKA UNPAD dalam mendorong dialog nasional strategis terkait kebijakan ekonomi yang berkeadilan dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Dari perspektif institusi, Universitas Padjadjaran menilai forum ini penting dalam memperkaya diskursus kebijakan publik.
Wakil Rektor UNPAD Maman Setiawan menekankan, pentingnya peran alumni dan perguruan tinggi dalam memperkaya diskursus kebijakan publik nasional.
Baca juga: Indonesia Bak “Macan Pincang”: Ekonomi Tumbuh 5,39 Persen, tapi Moody’s “Menampar” dengan Rating Negatif
Sementara itu, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan menyampaikan bahwa dialog kebijakan ekonomi berbasis nilai nasional menjadi relevan bagi dunia usaha dan sektor keuangan, terutama dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dewan Penasihat IKA UNPAD Omay K. Wiraatmadja menilai bahwa EPF 2026 sebagai inisiatif strategis yang perlu dijaga keberlanjutannya.
Menurutnya, Ekonomi Pancasila bukan sekadar konsep normatif, melainkan harus menjadi kerangka kebijakan yang konsisten dan terukur dalam praktik pembangunan nasional.
Forum ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas isu strategis ekonomi dan pasar, di antaranya Pengamat Politik Rocky Gerung, Plt. Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari, Kepala Divisi Manajemen Risiko LPDB-Koperasi Yones William, Senior Vice President Bank Mandiri Bayu Trisno Arief S., Direktur Eksekutif LP3ES Fahmi Wibawa, serta Wakil Rektor Universitas Paramadina Handi Risza.
Baca juga: Menko Airlangga Pamer Capaian Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, di Atas Negara-Negara Besar
Diskusi dipandu oleh Executive Director Indonesian Diaspora Network United (IDNU) Nuning P. Hallet dan Indonesian Railway Society Expert Krishna Amir Hamzah.
Diskusi sendiri berlangsung dinamis dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk profesional, akademisi, alumni, dan pelaku usaha.
Sesi diskusi dan tanya jawab menjadi bagian penting dalam memperkaya perspektif peserta terhadap isu-isu ekonomi nasional.
Semenara, Ketua Pelaksana EPF 2026 Adriastama N. Priajati menyatakan forum ini dirancang untuk menghasilkan gagasan dan rekomendasi kebijakan yang aplikatif, khususnya dalam memperkuat daya tahan ekonomi nasional menuju target Indonesia Emas 2045.
Sebagai organisasi yang menaungi sekitar 500 ribu alumni di berbagai sektor, IKA UNPAD dinilai memiliki posisi strategis dalam mendorong sinergi lintas sektor guna memperkuat ekosistem kebijakan ekonomi yang berkelanjutan dan berorientasi pasar. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Celios pertanyakan pertumbuhan PDB 5,11 persen dipertanyakan, pasalnya konsumsi rumah tangga & PMTB… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik 40 pejabat eselon II di DJP dan… Read More
Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10–12 persen, lebih tinggi dari target 2025 sebesar 9–11… Read More
Poin Penting ACA membukukan premi Rp6 triliun sepanjang 2025, tumbuh 17 persen yoy, jauh di… Read More
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More