Market Update

IHSG Tokcer! DBS Prediksi Tembus 8.700 Akhir 2025, Ini Faktornya

Poin Penting

  • DBS memproyeksikan IHSG tembus 8.700 di akhir 2025, didorong kepercayaan investor terhadap stimulus fiskal dan potensi pemangkasan suku bunga.
  • Saham big caps dan sektor komoditas menjadi pendorong utama IHSG, seiring naiknya harga komoditas global dan arus investasi asing (FDI) ke sektor ini.
  • Sektor perbankan masih tertinggal, sementara sektor konsumsi dan telekomunikasi diperkirakan terus tumbuh berkat dukungan populasi besar dan stimulus.

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menunjukkan tren penguatan dalam beberapa waktu terakhir. Pada periode 6-10 Oktober 2025, IHSG sempat mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) di level 8.272 pada 9 Oktober 2025.

Pada sesi I perdagangan hari ini, Senin, 13 Oktober 2025, IHSG ditutup menguat tipis ke level 8.259,39 dari posisi sebelumnya 8.257,85, atau menguat 0,02 persen.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 23,31 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1,74 juta kali dan total nilai transaksi tercatat mencapai Rp14,59 triliun.

Lalu, tercatat terdapat 417 saham terkoreksi, sebanyak 258 saham menguat dan sebanyak 127 saham tetap tidak berubah. 

Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Menguat Tipis 0,02 Persen, Meski 417 Saham Melemah

Senior Investment Strategist DBS Bank, Joanne Goh menyatakan, penguatan IHSG mencerminkan keyakinan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depan.

“Terutama karena kami percaya bahwa pemerintah RI akan tetap meneruskan stimulus fiskal, serta pemangkasan suku bunga untuk menahan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen dalam beberapa tahun berikutnya,” ujar Joanne saat acara DBS Chief Investment Officer (CIO) Insights secara virtual, Senin, 13 Oktober 2025.

Big Caps dan Komoditas Jadi Penopang Utama

Di samping itu, Joanne menjelaskan bahwa saham-saham dari perusahaan besar (big caps), masih menjadi faktor pendorong utama pergerakan positif IHSG, karena memiliki nilai modal investasi besar.

Baca juga: Lima Saham Konglomerat Top Leaders Penguat IHSG Pekan Ini

Di sisi lain, ia menyoroti bahwa para big caps Indonesia yang mayoritas bergerak di sektor komoditas juga diuntungkan dengan tren komoditas saat ini. Harga komoditas di pasar global tengah meningkat dengan didukung permintaan yang kuat, seperti dari bidang kelistrikan atau elektrifikasi. 

“Makanya, harga komoditas seharusnya bertahan lebih baik. Indonesia memiliki banyak sumber daya, dan anda dapat melihat FDI-nya semuanya datang ke sektor ini untuk berinvestasi,” jelas Joanne. 

Ia lalu menyarankan, dengan proporsi pasar Indonesia yang kuat di sektor komoditas, Indonesia seharusnya terus mempertahankan sektor tersebut dalam penguatan pasar modal domestik maupun ekonomi nasional secara keseluruhan. 

Page: 1 2

Yulian Saputra

Recent Posts

Timing Mundur Petinggi OJK Dinilai Tepat untuk Redam Gejolak Pasar

Poin Penting Mahendra Siregar (Ketua), Mirza Adityaswara (Wakil Ketua), dan dua pejabat OJK lainnya mengundurkan… Read More

21 hours ago

Jejak Karier Mirza Adityaswara, Wakil Ketua DK OJK yang Mundur di Tengah Gejolak IHSG

Poin Penting Mirza Adityaswara mengundurkan diri dari jabatan Wakil Ketua DK OJK tak lama setelah… Read More

22 hours ago

Empat Petinggi OJK Mundur, CELIOS Waspadai Guncangan Ekonomi RI

Poin Penting Empat petinggi OJK mengundurkan diri dalam waktu berdekatan, memicu kekhawatiran terhadap stabilitas dan… Read More

22 hours ago

Peluncuran Produk Asuransi Jiwa Unit Link

Generali Indonesia luncurkan GEN Prime Link, produk asuransi jiwa unit link atau PAYDI yang memiliki… Read More

23 hours ago

Ketua, Wakil Ketua, dan Satu Komisioner OJK Mundur, Siapa Menyusul?

Poin Penting Wakil Ketua DK OJK Mirza Adityaswara resmi mengundurkan diri pada Jumat, 30 Januari… Read More

24 hours ago

Tiga Petinggi OJK Mundur, Kepercayaan Pasar Modal Kembali Diuji

Poin Penting Tiga pejabat kunci OJK kompak mundur di tengah tekanan pasar dan pelemahan tajam… Read More

24 hours ago