Ilustrasi: Papan pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan sebanyak 1.045,5 poin atau merosot hingga 14,29 persen secara year on year (YoY).
Berdasarkan volatilitas tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menyatakan hal itu memicu hasil investasi asuransi mengalami penurunan menjadi Rp14,80 triliun secara YoY pada Februari 2025.
“Pada Februari 2025, tercatat hasil investasi asuransi turun Rp14,80 triliun secara YoY. Penurunan ini disebabkan melemahnya pasar modal domestik yang ditunjukkan melalui melemahnya IHSG sebesar 1.045,5 poin atau minus 14,29 persen YoY,” ujar Ogi dalam keterangan tertulis dikutip, Senin, 28 April 2025.
Baca juga: IHSG Sesi I Lanjut Menguat 0,68 Persen ke Posisi 6.724
Sehingga, Ogi menuturkan, dengan masih bergejolaknya pasar saham saat ini, para pelaku usaha industri asuransi diimbau untuk mendiversifikasi portofolio investasi guna mengurangi risiko terkait fluktuasi pasar saham.
Meski begitu, dari sisi aset industri asuransi pada Februari 2025 mencapai Rp1.141,71 triliun atau naik 1,03 persen YoY dari posisi yang sama pada tahun sebelumnya, yakni Rp1.130,05 triliun.
Tidak hanya itu, dari sisi asuransi komersil, total aset tercatat sebesar Rp920,25 triliun atau mengalami kenaikan sebanyar 1,15 persen YoY.
Baca juga: Bos OJK Ungkap Tantangan Ekonomi Global dan Dampaknya pada Indonesia
Adapun kinerja asuransi komersil berupa pendapatan premi pada periode Januari-Februari 2025 tercatat senilai Rp60,27 triliun atau turun 0,94 persen yoy.
Angka itu terdiri dari premi asuransi jiwa yang tumbuh sebesar 5,16 persen YoY dengan nilai sebesar Rp32,35 triliun dan premi asuransi umum dan reasuransi terkontraksi 7,17 persen YoY dengan nilai sebesar Rp27,91 triliun.
Secara umum, permodalan industri asuransi komersial masih menunjukkan kondisi yang solid, dengan industri asuransi jiwa serta asuransi umum dan reasuransi secara agregat mencatatkan Risk Based Capital (RBC) masing-masing sebesar 466,40 persen dan 317,88 persen di atas threshold sebesar 120 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More