Poin Penting
- IHSG sesi I ditutup anjlok 3,48 persen ke level 5.734,25 akibat tekanan sentimen global dan pelemahan rupiah di atas Rp18.000 per dolar AS
- Moody’s memberi peringkat Baa2 dengan outlook negatif untuk Danantara Investment Management, memicu kekhawatiran terhadap risiko penurunan sovereign rating Indonesia
- Seluruh sektor terkoreksi, dipimpin bahan baku (-5,95 persen), properti (-5,24 persen), dan industri (-4,58 persen), dengan 683 saham melemah.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (4/6) ditutup masih berada di zona merah ke level 5.734,25 atau anjlok 3,48 persen dari posisi 5.941,06.
Pilarmas Investindo Sekuritas, mengatakan dari dalam negeri, indeks IHSG melemah seiring sentimen pasar yang belum membaik. Tekanan faktor global dan kekhawatiran akan kebijakan pemerintah berpotensi terjadi krisis kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi dalam negeri.
Selain itu, Moody’s Ratings menetapkan peringkat kredit Baa2 dengan outlook negatif untuk PT Danantara Investment Management (DIM). Selanjutnya, tekanan nilai rupiah terdepresiasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang sudah di atas Rp18.000.
Baca juga: IHSG Ambles, Dana Asing Kabur Tembus Rp67,06 Triliun
“Kondisi ini tentunya dikhawatirkan dapat berdampak pada penurunan peringkat utang (sovereign rating) Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional,” tulis Pilarmas dalam risetnya di Jakarta, 4 Juni 2026.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 22,84 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1,38 juta kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp12,73 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 683 saham terkoreksi, 63 saham menguat dan 62 saham tetap tidak berubah.
Lalu, seluruh sektor juga bergerak melemah, dengan sektor bahan baku -5,95 persen, sektor properti -5,24 persen, sektor industrial -4,58 persen, sektor transportasi -4,44 persen, sektor infrastruktur -4,38 persen, dan sektor keuangan -3,39 persen.
Baca juga: IHSG Sentuh Level 5.644, Terendah dalam 5 Tahun Terakhir
Kemudian, sektor energi -3,08 persen, sektor kesehatan -2,97 persen, sektor non-siklikal -2,74 persen, sektor siklikal -2,73 persen, dan sektor teknologi -1,92 persen.
Sementara dari pasa global, indeks-indeks bursa Asia juga kompak melemah dengan Nikkei 225 Index Tokyo merosot 1,49 persen, Shanghai Composite Index Shanghai turun 0,43 persen, dan Hang Seng Index melemah 1,58 persen. (*)
Editor: Galih Pratama


