Pekerja sedang melintas di layar perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, 5 Februari 2025, ditutup dengan melanjutkan pelemahannya ke level 7.032,58 atau turun 0,58 persen dari dibuka pada level 7.030,05.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 17,10 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 783 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp6,04 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 295 saham terkoreksi, sebanyak 246 saham menguat dan sebanyak 250 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Pagi Ini Dibuka Turun Tipis 0,05 Persen ke Level 7.070
Selanjutnya, mayoritas sektor juga mengalami pelemahan, dengan sektor transportasi turun 1,52 persen, sektor infrastruktur merosot 1,51 persen, sektor keuangan melemah 1,13 persen, sektor non-siklikal turun 0,58 persen.
Serta, sektor teknologi merosot 0,51 persen, sektor kesehatan turun 0,48 persen, sektor siklikal melemah 0,46 persen, dan sektor industrial turun 0,09 persen.
Sementara itu, sektor sisanya menguat, dengan sektor bahan baku naik 1,02 persen, sektor properti meningkat 0,97 persen, dan sektor energi menguat 0,31 persen.
Baca juga: IHSG Berpeluang Menguat, Saham ACES, ANTM, CBDK, dan DAAZ Siap Cuan
Adapun, indeks-indeks bursa Asia mayoritas melemah, dengan Hang Seng Index Hong Kong turun 1,09 persen dan Shanghai Composite Index Shanghai merosot 0,80 persen. Sedangkan, Nikkei 225 Index Tokyo menguat 0,08 persen. (*)
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More