Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, 7 Februari 2025, ditutup dengan melanjutkan pelemahannya ke level 6.724,42 atau melemah 2,20 persen setelah dibuka di level 6.875,53.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 9,81 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 759 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp7,22 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 424 saham terkoreksi, sebanyak 179 saham menguat dan sebanyak 176 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Ditutup Anjlok 2,12 Persen, Mayoritas Sektor Terkapar
Selanjutnya, mayoritas sektor juga mengalami pelemahan, dengan sektor energi turun paling dalam 5,34 persen, sektor bahan baku merosot 3,51 persen, sektor infrastruktur melemah 2,63 persen, sektor siklikal turun 1,98 persen.
Serta, sektor non-siklikal merosot 0,27 persen, sektor industrial melemah 0,24 persen, dan sektor transportasi turun 0,20 persen.
Sementara itu, sektor sisanya menguat, dengan sektor teknologi naik 0,37 persen, sektor kesehatan meningkat 0,26 persen, sektor properti menguat 0,25 persen, dan sektor keuangan naik 0,18 persen.
Baca juga: Dihukum Pasar! BEI Merah Menyala di Tengah Bursa Regional Hijau
Adapun, indeks-indeks bursa Asia mayoritas menguat, dengan Hang Seng Index Hong Kong naik 1,50 persen dan Shanghai Composite Index Shanghai meningkat 1,33 persen. Sedangkan, Nikkei 225 Index Tokyo melemah 0,57 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More