Market Update

IHSG Sesi I Ditutup Turun 0,68 Persen ke Level 8.171

Poin Penting

  • IHSG sesi I (14/10) ditutup melemah 0,68% ke level 8.171,33, dengan nilai transaksi mencapai Rp15,72 triliun.
  • Sektor transportasi dan teknologi menjadi penekan utama IHSG, masing-masing turun 3,14% dan 2,62%.
  • Bursa Asia mayoritas melemah, di antaranya Nikkei 225 turun 2,76% dan Hang Seng merosot 0,91%, sementara Shanghai Composite naik tipis 0,16%.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, Selasa (14/10) ditutup melemah 0,68 persen ke level 8.171,33 dari posisi sebe;umnya di 8.227,20.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 24,81 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1,77 juta kali, dan total nilai transaksi tercatat mencapai Rp15,72 triliun. 

Kemudian, tercatat terdapat 446 saham terkoreksi, sebanyak 227 saham menguat dan sebanyak 127 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: IHSG Oktober 2025 Berpeluang Menguat, Ini Faktor Pendorongnya

Lebih lanjut, mayoritas sektor ikut mengalami pelemahan, dengan sektor transportasi turun 3,14 persen, sektor teknologi merosot 2,62 persen, sektor keuangan melemah 1,43 persen, dan sektor siklikal turun 1,09 persen.

Selain itu, sektor infrastruktur merosot 0,99 persen, sektor energi melemah 0,92 persen, sektor industrial turun 0,71 persen, dan sektor non-siklikal merosot 0,51 persen.

Sedangkan, sektor sisanya menguat, dengan sektor kesehatan naik 0,98 persen, sektor properti meningkat 0,56 persen, dan sektor bahan baku menguat 0,36 persen.

Baca juga: IHSG Dibuka Hijau ke Level 8.272, Naik 0,55 Persen

Adapun, indeks-indeks bursa Asia mayoritas melemah, dengan Nikkei 225 Index Tokyo turun 2,76 persen dan Hang Seng Index merosot 0,91 persen. Sedangkan, Shanghai Composite Index Shanghai naik 0,16 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

3 hours ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

5 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

5 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

5 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

5 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

6 hours ago