Papan layar pergerakan pasar saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, Selasa (14/10) ditutup melemah 0,68 persen ke level 8.171,33 dari posisi sebe;umnya di 8.227,20.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 24,81 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1,77 juta kali, dan total nilai transaksi tercatat mencapai Rp15,72 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 446 saham terkoreksi, sebanyak 227 saham menguat dan sebanyak 127 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Oktober 2025 Berpeluang Menguat, Ini Faktor Pendorongnya
Lebih lanjut, mayoritas sektor ikut mengalami pelemahan, dengan sektor transportasi turun 3,14 persen, sektor teknologi merosot 2,62 persen, sektor keuangan melemah 1,43 persen, dan sektor siklikal turun 1,09 persen.
Selain itu, sektor infrastruktur merosot 0,99 persen, sektor energi melemah 0,92 persen, sektor industrial turun 0,71 persen, dan sektor non-siklikal merosot 0,51 persen.
Sedangkan, sektor sisanya menguat, dengan sektor kesehatan naik 0,98 persen, sektor properti meningkat 0,56 persen, dan sektor bahan baku menguat 0,36 persen.
Baca juga: IHSG Dibuka Hijau ke Level 8.272, Naik 0,55 Persen
Adapun, indeks-indeks bursa Asia mayoritas melemah, dengan Nikkei 225 Index Tokyo turun 2,76 persen dan Hang Seng Index merosot 0,91 persen. Sedangkan, Shanghai Composite Index Shanghai naik 0,16 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting IHSG sesi I 24 Februari 2026 ditutup melemah 0,26% ke posisi 8.374,66, dari… Read More
Poin Penting Utang luar negeri (ULN) perbankan nasional pada Desember 2025 tercatat USD31,75 miliar, turun… Read More
Poin Penting BGN menegaskan dana bahan baku MBG bukan Rp15.000, melainkan Rp8.000–Rp10.000 per porsi sesuai… Read More
Poin Penting PINTAR BI periode kedua untuk wilayah Jawa dibuka 24 Februari 2026 pukul 08.00… Read More
Poin Penting BI mengimbau penurunan suku bunga kredit, direspons PT Bank Central Asia Tbk (BCA)… Read More
Poin Penting Penundaan 105.000 mobil dinilai melindungi industri otomotif nasional dari dampak negatif impor CBU.… Read More