Poin Penting
- IHSG menguat signifikan pada sesi I perdagangan 3 Februari 2026, naik 1,57 persen ke level 8.047,22, didorong sentimen positif pasar
- Respons positif pasar muncul setelah diskusi OJK dan BEI dengan MSCI berjalan lancar
- Penguatan didukung faktor domestik dan sektoral, ditopang data makro ekonomi yang solid.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (3/2) berbalik ditutup menguat ke level 8.047,22 atau naik 1,57 persen dari dibuka pada posisi 7.922,73.
Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, menilai pemulihan tersebut terjadi setelah langkah regulator yang bertujuan menstabilkan pasar setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) menyuarakan kekhawatiran tentang transparansi.
Pasar pun merespons positif hasil diskusi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan pihak MSCI yang berjalan lancar. Perundingan tersebut akan berlanjut ke pembahasan teknis panduan metodologi dan perhitungan MSCI.
Baca juga: Jahja Setiaatmadja Borong 67.000 Saham BBCA, Rogoh Kocek Segini
“Tentunya ini menjadi poin penting sebuah harapan lebih baik dalam pengelolaan pasar modal dalam negeri. Katalis positif lainnya juga ditopang rilis data makro ekonomi dalam negeri yang solid. Hal ini tercermin dari aktivitas manufaktur di zona ekspansi dan surplusnya neraca perdagangan,” ucap analis Pilarmas dalam risetnya.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini sebanyak 38,39 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1,98 juta kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp17,66 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 158 saham terkoreksi, 592 saham menguat dan 67 saham tetap tidak berubah.
Lalu, hampir seluruh sektor juga terpantau menguat yang dipimpin sektor teknologi naik 5,37 persen. Disusul sektor bahan baku yang meningkat 4,91 persen, sektor industrial menguat 3,27 persen, sektor transportasi naik 2,96 persen, dan sektor properti meningkat 2,72 persen.
Baca juga: Pasar Lakukan Detox, Waktunya Serok Saham Fundamental
Selanjutnya, sektor energi menguat 2,70 persen, sektor kesehatan naik 1,53 persen, sektor keuangan meningkat 0,82 persen, sektor siklikal menguat 0,30 persen, dan sektor non-siklikal naik 0,23 persen.
Sedangkan, hanya sektor infrastruktur yang mengalami pelemahan 0,37 persen yang dipicu turunnya harga saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar 0,86 persen.
Adapun, indeks-indeks bursa Asia juga kompak menguat, dengan Hang Seng Index naik 0,92 persen, Shanghai Composite Index Shanghai meningkat meningkat 0,59 persen, dan Nikkei 225 Index Tokyo menguat 3,16 persen. (*)
Editor: Galih Pratama









