Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, 17 Februari 2025, ditutup melesat ke level 6.779,13 atau naik 2,12 persen setelah dibuka di level 6.638,45.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 8,80 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 751 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp5,48 triliun.
Kemudian tercatat terdapat 193 saham terkoreksi, sebanyak 398 saham menguat dan sebanyak 185 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Dibuka Semringah, Menguat 0,50 Persen ke Level 6.671
Selanjutnya, hampir seluruh sektor turut mengalami penguatan, dengan sektor bahan baku meningkat 2,84 persen, sektor energi naik 2,60 persen, sektor properti menguat 1,75 persen, sektor keuangan naik 1,63 persen, dan sektor infrastruktur meningkat 1,47 persen.
Selain itu, sektor industrial menguat 1,43 persen, sektor transportasi naik 1,35 persen, sektor teknologi meningkat 0,29 persen, dan sektor non-siklikal menguat 0,15 persen.
Sementara itu, sektor sisanya melemah, dengan sektor kesehatan merosot 0,12 persen dan sektor siklikal turun 0,04 persen.
Baca juga: IHSG Berpeluang Menguat, Intip Rekomendasi Saham Berikut
Adapun indeks-indeks bursa Asia mayoritas menguat, dengan Nikkei 225 Index Tokyo naik 0,09 persen dan Shanghai Composite Index Shanghai meningkat 0,06 persen. Sedangkan, Hang Seng Index Hong Kong naik 0,30 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More
Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s hanya bersifat… Read More
Poin Penting WHO mencatat 74 persen kematian global disebabkan penyakit tidak menular, dengan 17 juta… Read More