Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, Rabu, 18 Juni 2025, ditutup dengan melanjutkan pelemahannya ke level 7.112,22 setelah dibuka di level 7.155,85 atau melemah 0,61 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 10,41 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 678 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp5,83 triliun.
Kemudian tercatat terdapat 314 saham terkoreksi, sebanyak 249 saham menguat dan sebanyak 234 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: Jelang RDG BI, IHSG Hari Ini Dibuka Flat Cenderung Melemah
Selanjutnya, mayoritas sektor juga mengalami pelemahan, dengan sektor siklikal turun 1,13 persen, sektor kesehatan merosot 0,78 persen, sektor teknologi melemah 0,75 persen, sektor non-siklikal turun 0,74 persen, sektor keuangan merosot 0,73 persen, dan sektor bahan baku melemah 0,36 persen.
Sementara itu, sektor sisanya menguat, terlihat dari sektor transportasi naik 0,90 persen, sektor properti meningkat 0,66 persen, sektor industrial menguat 0,33 persen, sektor infrastruktur naik 0,31 persen, dan sektor energi meningkat 0,27 persen.
Baca juga: Investor Wait and See, IHSG Diprediksi Bergerak Fluktuatif
Adapun indeks-indeks bursa Asia terlihat mayoritas melemah, dengan Hang Seng Index turun 1,18 persen dan Shanghai Composite Index Shanghai merosot 0,20 persen. Sedangkan, Nikkei 225 Index Tokyo menguat 0,69 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More