Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, 13 Februari 2025, ditutup dengan kembali melemah ke level 6.585,74 atau turun 0,90 persen dari dibuka pada level 6.645,77.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 7,60 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 589 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp4,66 triliun.
Tercatat terdapat 291 saham terkoreksi, sebanyak 243 saham menguat dan sebanyak 243 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Berbalik Dibuka Turun 0,10 Persen ke Level 6.639
Selanjutnya, mayoritas sektor turut mengalami pelemahan, dengan sektor energi merosot 0,91 persen, sektor transportasi turun 0,90 persen, sektor infrastruktur melemah 0,55 persen, sektor teknologi merosot 0,52 persen, sektor keuangan turun 0,39 persen, dan sektor siklikal melemah 0,23 persen.
Sementara itu, sektor sisanya menguat, dengan sektor properti naik 1,25 persen, sektor kesehatan menguat 0,53 persen, sektor bahan baku meningkat 0,42 persen, sektor industrial naik 0,04 persen, dan sektor non-siklikal menguat 0,03 persen.
Baca juga: IHSG Berpotensi Menguat, Ini Katalis Pendorongnya
Adapun indeks-indeks bursa Asia kompak menguat, dengan Hang Seng Index Hong Kong naik 1,94 persen, Shanghai Composite Index Shanghai meningkat 0,06 persen, dan Nikkei 225 Index Tokyo menguat 1,46 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More
Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More