Ilustrasi Pergerakan saham big banks yang kompak turun usai BI umumkan tahan suku bunga 4,75 persen, Rabu, 22 Oktober 2025. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (2/2) ditutup lanjut melemah ke level 7.887,16, atau anjlok 5,31 persen dari pembukaan tadi pagi di posisi 8.329,60.
MNC Sekuritas menilai, pemelemahan perdagangan sesi I dipicu pasar yang cenderung wait and see menjelang komunikasi resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait ketentuan transparansi data free float.
Di sisi lain, tercatat harga komoditas emas dunia turun ke area USD4,800/toz dan menjadi sentimen negatif bagi emiten terkait emas di IHSG. Selain itu, emiten konglomerasi juga terpantau membebani pergerakan IHSG.
“Secara teknikal, area koreksi minimal di 7.945-8.189 sudah tercapai. Untuk support 7.762 dan resistance 8.341,” tulis analis MNC Sekuritas dalam risetnya, 2 Februari 2026.
Baca juga: Demutualisasi Bursa Efek Indonesia, Kudeta “Tak Berdarah” Tiga Komisioner OJK Mundur Terhormat
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini sebanyak 35,35 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 2,08 juta kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp18,94 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 715 saham terkoreksi, sebanyak 65 saham menguat dan sebanyak 33 saham tetap tidak berubah.
Lalu, seluruh sektor juga terpantau koreksi yang dipimpin oleh sektor bahan baku yang merosot 11,19 persen. Selanjutnya, sektor siklikal -7,92 persen, sektor energi -7,87 persen, sektor infrastruktur -6,52 persen, sektor properti -6,39 persen, dan sektor transportasi turun 5,84 persen.
Baca juga: Pesan Khusus Prabowo ke Investor Pasar Modal usai IHSG Babak Belur
Kemudian, sektor industrial -5,81 persen, sektor teknologi -5,37 persen, sektor keuangan -2,90 persen, sektor non-siklikal -2,32 persen, dan sektor kesehatan -2,05 persen.
Adapun, indeks-indeks bursa Asia juga kompak melemah, dengan Hang Seng Index turun 2,08 persen, Shanghai Composite Index Shanghai terkoreksi 0,96 persen, dan Nikkei 225 Index Tokyo melemah 0,10 persen. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting OJK mengimbau masyarakat waspada pinjol ilegal dan terus memblokir entitas keuangan tidak berizin… Read More
Poin Penting BEI lakukan suspensi sementara perdagangan efek terhadap emiten yang belum memenuhi ketentuan free… Read More
Poin Penting Januari 2026 terjadi deflasi 0,15 persen (mtm), dengan IHK turun menjadi 109,75, berbalik… Read More
Poin Penting Neraca perdagangan Indonesia Desember 2025 mencatat surplus USD2,51 miliar, memperpanjang rekor surplus menjadi… Read More
Poin Penting BPS mencatat impor Indonesia Januari-Desember 2025 naik 2,83% menjadi USD241,86 miliar. Impor barang… Read More
Poin Penting AEI mendukung penuh agenda reformasi pasar modal pemerintah untuk memperkuat struktur, kredibilitas, dan… Read More