Market Update

IHSG Sesi I Ditutup Ambruk 5,31 Persen ke Level 7.887

Poin Penting

  • IHSG babak belur di sesi I, anjlok 5,31 persen ke level 7.887,16, seiring tekanan jual masif dengan 715 saham terkoreksi dan seluruh sektor berada di zona merah
  • Sentimen pasar masih wait and see, dipicu ketidakpastian komunikasi BEI–MSCI soal transparansi data free float
  • Teknikal dan regional ikut menekan, dengan support IHSG di 7.762 dan resistance 8.341, sementara bursa Asia kompak melemah.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (2/2) ditutup lanjut melemah ke level 7.887,16, atau anjlok 5,31 persen dari pembukaan tadi pagi di posisi 8.329,60.

MNC Sekuritas menilai, pemelemahan perdagangan sesi I dipicu pasar yang cenderung wait and see menjelang komunikasi resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait ketentuan transparansi data free float

Di sisi lain, tercatat harga komoditas emas dunia turun ke area USD4,800/toz dan menjadi sentimen negatif bagi emiten terkait emas di IHSG. Selain itu, emiten konglomerasi juga terpantau membebani pergerakan IHSG. 

“Secara teknikal, area koreksi minimal di 7.945-8.189 sudah tercapai. Untuk support 7.762 dan resistance 8.341,” tulis analis MNC Sekuritas dalam risetnya, 2 Februari 2026.

Baca juga: Demutualisasi Bursa Efek Indonesia, Kudeta “Tak Berdarah” Tiga Komisioner OJK Mundur Terhormat

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini sebanyak 35,35 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 2,08 juta kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp18,94 triliun. 

Kemudian, tercatat terdapat 715 saham terkoreksi, sebanyak 65 saham menguat dan sebanyak 33 saham tetap tidak berubah.

Lalu, seluruh sektor juga terpantau koreksi yang dipimpin oleh sektor bahan baku yang merosot 11,19 persen. Selanjutnya, sektor siklikal -7,92 persen, sektor energi -7,87 persen, sektor infrastruktur -6,52 persen, sektor properti -6,39 persen, dan sektor transportasi turun 5,84 persen.

Baca juga: Pesan Khusus Prabowo ke Investor Pasar Modal usai IHSG Babak Belur

Kemudian, sektor industrial -5,81 persen, sektor teknologi -5,37 persen, sektor keuangan -2,90 persen, sektor non-siklikal -2,32 persen, dan sektor kesehatan -2,05 persen.

Adapun, indeks-indeks bursa Asia juga kompak melemah, dengan Hang Seng Index turun 2,08 persen, Shanghai Composite Index Shanghai terkoreksi 0,96 persen, dan Nikkei 225 Index Tokyo melemah 0,10 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

OJK Rilis Daftar Pindar Legal Terbaru, Simak Sebelum Ajukan Pinjaman

Poin Penting OJK mengimbau masyarakat waspada pinjol ilegal dan terus memblokir entitas keuangan tidak berizin… Read More

45 mins ago

BEI Bekukan 38 Saham yang Tak Penuhi Aturan Free Float, Ini Daftarnya!

Poin Penting BEI lakukan suspensi sementara perdagangan efek terhadap emiten yang belum memenuhi ketentuan free… Read More

1 hour ago

Indonesia Alami Deflasi 0,15 Persen di Januari 2026

Poin Penting Januari 2026 terjadi deflasi 0,15 persen (mtm), dengan IHK turun menjadi 109,75, berbalik… Read More

2 hours ago

Neraca Perdagangan RI Surplus USD2,51 Miliar di Akhir 2025

Poin Penting Neraca perdagangan Indonesia Desember 2025 mencatat surplus USD2,51 miliar, memperpanjang rekor surplus menjadi… Read More

2 hours ago

BPS Catat Impor RI Naik 2,83 Persen Jadi USD241,86 Miliar Sepanjang 2025

Poin Penting BPS mencatat impor Indonesia Januari-Desember 2025 naik 2,83% menjadi USD241,86 miliar. Impor barang… Read More

3 hours ago

Reformasi Pasar Modal RI Dapat Dukungan AEI, Ini Harapannya

Poin Penting AEI mendukung penuh agenda reformasi pasar modal pemerintah untuk memperkuat struktur, kredibilitas, dan… Read More

3 hours ago