Poin Penting
- IHSG melemah 1,37 persen persen pada pekan 19–23 Januari 2026 ke level 8.951,01, seiring kapitalisasi pasar turun 1,62 persen menjadi Rp16.244 triliun
- Aktivasi perdagangan berbariasi dengan rata-rata frekuensi transaksi harian terkoreksi 2,66 persen menjadi 3,75 juta kali
- Nilai transaksi dan minat asing menguat tercermin dari rata-rata nilai transaksi harian naik 3,59 persen menjadi Rp33,85 triliun.
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan data perdagangan saham pada pekan ini periode 19 hingga 23 Januari 2026 berakhir ditutup melemah 1,37 persen ke level 8.951,01, dari posisi 9.075,40 pada pekan lalu.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan sejalan dengan pelemahan tersebut, kapitalisasi pasar BEI menurun 1,62 persen menjadi Rp16.244 triliun dari Rp16.512 triliun pada sepekan sebelumnya.
“Meskipun demikian, selama sepekan ini, IHSG sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa, yaitu ditutup pada posisi 9.134,70 pada Selasa (20/1),” ucapnya dalam keterangan resmi dikutip, 25 Januari 2026.
Baca juga: IHSG Diyakini Mampu Tembus 10.000, Cermati Deretan Saham Berikut
Kemudian, kata Kautsar, rata-rata frekuensi transaksi harian terkorkeksi 2,66 persen menjadi 3,75 juta kali transaksi, dari 3,86 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Namun, terjadi peningkatan pada rata-rata volume transaksi harian bursa pada pekan ini, yakni sebesar 9,32 persen menjadi 65,73 miliar lembar saham, dari 60,13 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Baca juga: Dana Asing Kabur Rp964,14 Miliar, Saham BBCA, BMRI, dan BBNI Paling Banyak Diobral
Pun demikian dengan rata-rata nilai transaksi harian BEI juga tercatat naik sebesar 3,59 persen menjadi Rp33,85 triliun, dari Rp32,67 triliun pada pekan sebelumnya.
Adapun investor asing Jumat (23/1) mencatatkan nilai beli bersih Rp759 miliar. Sedangkan sepanjang tahun 2026 berjalan nilai bersih mencapai Rp4,05 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama










