Poin Penting
- IHSG menguat 0,83 persen ke level 5.924,36 dan kapitalisasi pasar BEI naik 0,51% menjadi Rp10.340 triliun selama pekan 6–10 Juli 2026
- Rata-rata frekuensi transaksi harian melonjak 29,69 persen menjadi 1,87 juta kali dan volume transaksi naik 16,83 persen menjadi 20,49 miliar lembar saham
- Rata-rata nilai transaksi harian turun 8,88 persen menjadi Rp10,27 triliun, sementara investor asing mencatat jual bersih Rp421,70 miliar pada 10 Juli dan Rp76,15 triliun secara year-to-date.
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan mayoritas indikator perdagangan saham selama periode 6–10 Juli 2026 ditutup menguat.
Kenaikan tersebut tercermin dari penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,83 persen menjadi 5.924,36, dibandingkan posisi pekan sebelumnya di level 5.875,78.
Sejalan dengan penguatan IHSG, kapitalisasi pasar BEI juga meningkat 0,51 persen menjadi Rp10.340 triliun, dari Rp10.287 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.
Baca juga: Melantai di Bursa, Harga Saham PRDL Sentuh ARA
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengatakan bahwa aktivitas perdagangan turut menunjukkan peningkatan.
“Rata-rata frekuensi transaksi harian bursa selama sepekan meningkat sebesar 29,69 persen menjadi 1,87 juta kali transaksi dari 1,44 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya,” kata Kautsar dalam keterangan resmi dikutip, 12 Juli 2026.
Selain frekuensi transaksi, rata-rata volume transaksi harian bursa juga naik 16,83 persen menjadi 20,49 miliar lembar saham, dari 17,54 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Baca juga: Saham JELI Naik 24,89 Persen usai IPO, Dana Emisi Difokuskan untuk Inovasi Produk
Namun demikian, rata-rata nilai transaksi harian bursa mengalami penurunan 8,88 persen menjadi Rp10,27 triliun, dibandingkan Rp11,27 triliun pada pekan sebelumnya.
Dari sisi investor asing, pada perdagangan Jumat (10/7) tercatat jual bersih (net sell) sebesar Rp421,70 miliar.
Sementara secara akumulatif sepanjang 2026, investor asing membukukan jual bersih sebesar Rp76,15 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama


