IHSG Sepekan Melemah ke Level 6.897, Ini 5 Saham Pemicunya

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan 23-26 Juni 2025 melemah 0,14 persen dan ditutup di level 6.897,40, turun dari posisi 6.907,13 pada pekan lalu.

Selain itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mengalami perubahan tipis sebesar 0,01 persen menjadi Rp12.098 triliun dari Rp12.099 triliun.

Baca juga: IHSG Sepekan Lesu, Kapitalisasi Pasar BEI Turun Jadi Rp12.098 Triliun

Berdasarkan pergerakan tersebut, BEI merangkum lima saham yang menjadi top laggards atau saham yang mendorong penurunan gerak IHSG di pekan ini, di antaranya:

  1. Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menyumbang penurunan tertinggi sebesar 17,10 poin ke IHSG, dengan pelemahan harga saham 7,46 persen
  2. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menyumbang sebanyak 10,45 poin ke pelemahan IHSG, dengan harga saham yang turun 4,55 persen
  3. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menyumbang penurunan 5,39 poin ke IHSG, dengan harga saham yang merosot 9,41 persen
  4. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menyumbang pelemahan sebanyak 5,32 poin ke IHSG, dengan turunnya harga saham 8,12 persen
  5. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memberikan 5,07 poin ke penurunan IHSG dan harga sahamnya melemah 18,64 persen.

Rata-rata frekuensi transaksi harian selama pekan ini mengalami penurunan sebesar 8,68 persen menjadi 1,19 juta kali transaksi, dari 1,30 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Baca juga: IHSG Jelang Long Weekend Ditutup Melesat Hampir 1 Persen ke Level 6.897

Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian di Bursa turun 9,30 persen menjadi 22,13 miliar lembar saham, dari 24,41 miliar lembar saham pada pekan lalu.

Nilai Transaksi dan Aksi Investor Asing

Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian BEI selama sepekan mengalami perubahan yakni sebesar 12,35 persen menjadi Rp13,15 triliun dari Rp15,00 triliun pada pekan sebelumnya. 

Adapun investor asing Kamis lalu, 26 Juni 2025, mencatatkan nilai beli bersih Rp2,02 triliun. Namun, sepanjang 2025 ini, investor asing membukukan nilai jual bersih Rp53,21 triliun. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Bos Danantara Sebut Demutualisasi BEI Buka Pintu Investor Global

Poin Penting Demutualisasi BEI membuka peluang investor asing menjadi pemegang saham, mengikuti praktik bursa efek… Read More

4 hours ago

CIO Danantara Buka Suara soal Demutualisasi BEI dan Potensi Konflik

Poin Penting Demutualisasi BEI dinilai tidak memicu konflik kepentingan, karena pengaturan dan pengawasan tetap di… Read More

4 hours ago

Awarding BTN Housingpreneur Jadi Penutup BTN Expo 2026, Fokus Inovasi Perumahan

Poin Penting BTN Expo 2026 ditutup dengan Awarding BTN Housingpreneur 2025, menyoroti lahirnya 58 inovator… Read More

5 hours ago

Digadang Jadi Pjs Dirut BEI, Jeffrey Hendrik Respons Begini

Poin Penting Jeffrey Hendrik digadang menjadi Pjs Dirut BEI, namun memilih menunggu pengumuman resmi. Penunjukan… Read More

6 hours ago

Respons Cepat OJK Redam Kekhawatiran Pasar Pascapergantian Pimpinan

Poin Penting OJK memastikan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga usai penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai… Read More

8 hours ago

OJK Beberkan 8 Aksi Percepatan Reformasi Pasar Modal RI, Apa Saja?

Poin Penting OJK dan SRO akan menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi… Read More

9 hours ago