IHSG Sepekan Ditutup Loyo, 5 Saham Ini Jadi Pemberat

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini pada 30 Juni hingga 4 Juli 2025 mengalami pelemahan 0,47 persen, menjadi berada di level 6.865,19 dari penutupan pekan sebelumnya yang berada di posisi 6.897,40.

Selain itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mengalami penurunan 0,23 persen menjadi Rp12.070 triliun dari Rp12.098 triliun pada sepekan sebelumnya. 

Baca juga: Begini Gerak Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Pelemahan IHSG

Berdasarkan pergerakan tersebut, BEI telah merangkum lima saham yang menjadi top laggards atau saham yang mendorong penurunan gerak IHSG di pekan ini, antara lain:

  1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)  Tbk (BBRI) menyumbang penurunan tertinggi sebesar 25,31 poin ke IHSG, dengan pelemahan harga saham 4,18 persen
  2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyumbang sebanyak 25,03 poin ke pelemahan IHSG, dengan harga saham yang turun 5,67 persen
  3. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menyumbang penurunan 9,12 poin ke IHSG, dengan harga saham yang merosot 2,95 persen
  4. PT Bank Permata Tbk (BNLI) menyumbang pelemahan sebanyak 4,80 poin ke IHSG, dengan turunnya harga saham 16,87 persen
  5. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) memberikan 4,28 poin ke penurunan IHSG dan harga sahamnya melemah 2,91 persen.

Sejurus dengan pemelemahan IHSG, rata-rata volume transaksi harian bursa pekan ini juga turun 12,18 persen menjadi 19,44 miliar lembar saham dari 22,13 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

Pun demikian dengan rata-rata frekuensi transaksi harian selama pekan ini juga turut turun 12,24 persen menjadi 1,05 juta kali transaksi dari 1,19 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Baca juga: IHSG Sepekan Turun 0,47 Persen, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp12.070 Triliun

Sedangkan rata-rata nilai transaksi harian bursa selama sepekan menjadi Rp10,39 miliar atau turun 21 persen dari Rp13,15 triliun pada pekan sebelumnya. 

Adapun investor asing Jumat lalu (4/7) mencatatkan nilai jual bersih Rp465,75 miliar dan sepanjang tahun 2025 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih Rp55,99 triliun. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Krisis Ekonomi Hantam Iran, Nilai Tukar Rial Ambruk

Poin Penting Inflasi tinggi dan anjloknya nilai tukar rial memicu aksi protes massal di berbagai… Read More

4 mins ago

Kasus Pajak PT Wanatiara Persada Terbongkar, KPK Sebut Negara Rugi Rp59 Miliar

Poin Penting KPK mengungkap kerugian negara hingga Rp59 miliar akibat pengurangan kewajiban PBB PT Wanatiara… Read More

14 mins ago

Kriminalisasi Kredit Macet: Wahai Bankir Himbara dan BPD, Stop Dulu Kucurkan Kredit!

Oleh The Finance Team NAMANYA bank, sudah pasti ada kredit macet. Kalau tidak mau macet,… Read More

20 mins ago

Intip Kekayaan Kepala Kantor Pajak Jakut Dwi Budi Iswahyu yang Kena OTT KPK

Poin Penting Kepala KPP Madya Jakarta Utara, Dwi Budi Iswahyu, resmi ditetapkan KPK sebagai tersangka… Read More

25 mins ago

Defisit Fiskal dan Pertumbuhan Kredit: Penyangga Rapuh PDB dari Sisi Konsumsi Masayarakat

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan STRUKTUR pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak lama menunjukkan… Read More

36 mins ago

OJK Catat 24 Pindar Punya Kredit Macet (TWP90) di Atas 5 Persen

Poin Penting OJK mencatat 24 penyelenggara pindar memiliki TWP90 di atas 5 persen per November… Read More

2 hours ago