Poin Penting
- IHSG turun 2,43 persen ke 6.559,67 dipicu ketidakpastian domestik dan koreksi bursa Asia
- BEI meminta investor tidak panik dan tetap fokus pada fundamental emiten
- BEI dan OJK terus memantau aktivitas investor asing serta menjaga stabilitas pasar modal.
Jakarta – Jelang penutupan perdagangan hari ini (18/5) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau masih mengalami koreksi 2,43 persen ke level 6.559,67, setelah sebelumnya sempat merosot ke posisi 6.398,78 atau melemah hingga 4 persen.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mencermati bahwa pelemahan IHSG tersebut masih dipicu oleh ketidakpastian yang tinggi dari kondisi dalam negeri yang disusul oleh sentimen global.
“Tentu kalau kita cermati memang ketidakpastian di pasar kita masih cukup tinggi tetapi kita juga melihat bahwa hari Kamis dan Jumat pasar kita libur. Di masa kita libur itu, pasar global khususnya pasar Asia itu juga mengalami koreksi dan kalau kita akumulasikan koreksi dua hari di pasar global Asia ditambah dengan sedikit koreksi tambahan hari ini di pasar global Itu sama dengan koreksi yang kita alami hari ini,” ucap Jeffrey kepada media di Jakarta, 18 Mei 2026.
Baca juga: Asing Kabur Rp2,8 Triliun saat IHSG Keok, Ini 5 Saham Paling Banyak Dilego
Diketahui indeks-indeks bursa Asia juga kompak melemah. Antara lain Nikkei 225 Index Tokyo -0,81 persen, Shanghai Composite Index Shanghai -0,14 persen, dan Hang Seng Index -1,17 persen.
Investor Jangan Panik
Dalam kondisi pasar saham Indonesia yang bergejolak saat ini, Jeffrey berharap investor untuk tidak panik dan terus memperhatikan fundamental dari emiten-emiten yang ada.
“Investor juga perlu melakukan analisis secara cermat, mengatur strategi berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing di tengah kondisi pasar yang sangat dinamis dan ketidakpastian yang masih cukup tinggi,” tambahnya.
Sementara itu, dalam pembahasan rapat internal Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait aktivitas investor institusi maupun lembaga, Jeffrey menegaskan bahwa keputusan investasi sepenuhnya menjadi kewenangan masing-masing institusi.
Baca juga: MNC Bank (BABP) Siapkan Private Placement 4,45 Miliar Saham, Fokus Perkuat Kredit
Meski demikian, BEI akan terus memastikan infrastruktur perdagangan berjalan optimal, termasuk dari sisi pengaturan dan pengawasan pasar.
Selain itu, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga akan terus memantau aktivitas serta rencana rebalancing investor asing di pasar modal domestik.
“Upaya bersama yang kita lakukan adalah untuk bagaimana pasar kita lebih baik, lebih dalam untuk jangka panjang,” tambahnya. (*)
Editor: Galih Pratama


