Poin Penting
- IHSG sempat menguat 1,60 persen ke 8.261,89 usai pertemuan Presiden Prabowo dengan lima taipan nasional.
- Reli saham konglomerat berkapitalisasi besar menjadi motor penggerak utama penguatan indeks.
- Pemerintah dan otoritas pasar menegaskan komitmen menjaga transparansi dan kredibilitas bursa.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menguat signifikan setelah pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah taipan nasional. Namun, pada perdagangan sesi I Kamis (12/2/2026), laju indeks kembali berada dalam tekanan.
Pada akhir sesi I, Kamis (12/2/2026), IHSG ditutup turun 0,38 persen atau terkoreksi 31,80 poin ke level 8.259,16. Pelemahan ini terjadi setelah sehari sebelumnya indeks melonjak 1,60 persen ke posisi 8.261,89 pada penutupan Rabu (11/2/2026).
Baca juga: IHSG Berbalik Ditutup Melemah 0,38 Persen, 369 Saham Rontok di Sesi I
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), penguatan pada Rabu ditopang nilai transaksi sebesar Rp16,85 triliun dengan volume 35,43 miliar saham. Sebanyak 556 saham menguat, 166 melemah, dan 236 stagnan.
Lonjakan IHSG tersebut dipicu sentimen positif dari pertemuan Presiden Prabowo dengan lima orang terkaya Indonesia di kediamannya, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/2). Lima orang tersebut adalah Prajogo Pangestu (bos Barito Group), Anthoni Salim (Salim Group), Sugianto Kusuma/Aguan (Agung Sedayu Group), Franky Widjaja (Sinar Mas Group), dan Boy Thohir (Adaro Group).
Baca juga: Ini 10 Orang Terkaya di Indonesia Februari 2026 versi Forbes, Prajogo Pangestu Teratas
Dalam keterangan resmi di laman presidenri.go.id, pertemuan membahas prospek ekonomi nasional, penguatan sektor strategis, penciptaan lapangan kerja, serta dukungan bagi UMKM.
Agenda itu menjadi bagian dari semangat Indonesia Incorporated, yakni sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Saham Konglomerat Jadi Motor Penguatan IHSG
Saat IHSG reli, saham-saham berkapitalisasi besar dari kelompok konglomerasi menjadi penopang utama.
Dari Grup Barito, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melonjak 14,63 persen, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 11,82 persen, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) menguat 8 persen, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) bertambah 2,19 persen.
Sementara itu, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melesat 12,90 persen dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) naik 4,31 persen. Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) menguat 3,28 persen dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) bertambah 2,14 persen.
BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya menilai komunikasi intensif antara pemerintah dan pelaku usaha besar memperkuat persepsi pasar terhadap kesinambungan kebijakan ekonomi. Sentimen tersebut dinilai positif bagi saham berbasis konglomerasi dan mendorong penguatan IHSG.
Baca juga: BEI Ungkap 5 Saham Penyebab IHSG Turun Tajam Pekan Ini
Pengamat pasar modal Michael Yeoh menyebut pola komunikasi pemerintah dengan pelaku usaha menjadi sinyal penting bagi investor, terutama di tengah dinamika global dan isu domestik yang sempat menekan pasar.
Tekanan Transparansi dan Koreksi Wajar
Sebelumnya, IHSG sempat tertekan akibat isu transparansi dan peringatan dari pengelola indeks global MSCI terkait struktur kepemilikan saham yang dinilai terkonsentrasi. Sejumlah lembaga keuangan global bahkan melakukan penyesuaian rekomendasi terhadap pasar Indonesia.
Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan Presiden Prabowo memantau langsung perkembangan pasar modal. Pemerintah, kata dia, berkomitmen menjaga kredibilitas dan transparansi bursa.
“Pasar hanya akan berjalan baik jika ada kepercayaan dan kredibilitas,” ujar Hashim.
Baca juga: Outlook Dipangkas Moody’s, Bank Mandiri Perkuat Mitigasi Risiko dan Fundamental
BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menyatakan tengah berkoordinasi aktif dengan MSCI untuk menindaklanjuti catatan terkait aspek investabilitas dan tata kelola emiten. OJK menegaskan komitmen memperkuat pengawasan serta meningkatkan kualitas keterbukaan informasi di pasar modal.
Secara teknikal, MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG masih berpeluang menguji rentang 8.328–8.440 dalam skenario optimistis. Namun, pelaku pasar diminta mewaspadai potensi koreksi jangka pendek ke area 8.155–8.239 sebagai bagian dari dinamika teknikal pasca reli.
Meski sempat menguat signifikan, pergerakan IHSG pada sesi I menunjukkan pasar masih bergerak dinamis dan sensitif terhadap sentimen global maupun domestik. (*) Prima Gumilang










