Poin Penting
- IHSG rebound ke 6.546,74 setelah sempat menyentuh level terendah 6.371,39.
- Analis menilai penguatan indeks menjadi respons awal positif terhadap reshuffle Menteri Keuangan.
- Investor masih mencermati arah kebijakan fiskal dan keputusan The Fed pada 16 September 2026.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau mengalami rebound jelang penutupan sesi II ke posisi harga perdagangan awal di sekitar 6.546,74, setelah sebelumnya sempat ambles ke posisi terendahnya hari ini (14/9) di level 6.371,39.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, menilai penguatan IHSG menjadi respons awal investor terhadap pengumuman reshuffle Menteri Keuangan.
Diketahui bahwa Presiden Prabowo Subianto baru saja melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan. Sebelumnya, Suahasil menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) dan kini menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
“Menurut saya, kenaikan IHSG setelah pengumuman reshuffle Menkeu bisa dibaca sebagai respons awal yang cenderung positif, tetapi belum bisa langsung disimpulkan bahwa pasar sepenuhnya menyambut pergantian tersebut,” kata Nafan dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 14 September 2026.
Baca juga: Prabowo Reshuffle Kabinet, Suahasil Nazara Gantikan Purbaya Jadi Menkeu
Menurut Nafan, penguatan IHSG setelah pengumuman reshuffle menunjukkan bahwa premi ketidakpastian akibat rumor pergantian Menkeu mulai mereda.
Pelaku pasar kemungkinan melihat pergantian tersebut bukan sebagai ancaman langsung terhadap stabilitas fiskal maupun perekonomian.
Selain itu, Suahasil bukan figur baru di Kementerian Keuangan. Pengalamannya sebagai Wamenkeu dinilai dapat menjaga kesinambungan kebijakan fiskal.
Baca juga: Rumor Suahasil-Misbakhun Masuk Bursa Pimpinan OJK Dibantah, Purbaya Angkat Bicara
Meski demikian, Nafan mengingatkan bahwa penguatan IHSG juga dipengaruhi faktor eksternal, terutama menjelang keputusan The Fed pada 16 September 2026.
Karena itu, penguatan indeks belum bisa sepenuhnya dikaitkan dengan reshuffle Menteri Keuangan.
“Jadi, untuk sementara saya menilai respons pasar terhadap pergantian Menkeu cenderung positif atau setidaknya netral-positif, dengan indikator yang perlu dicermati selanjutnya adalah keberlanjutan penguatan IHSG, rupiah, serta saham-saham perbankan,” tutupnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


