Poin Penting
- IHSG rebound kuat pada pembukaan perdagangan 30 Januari 2026, menguat 1,13 persen ke level 8.326,63 dengan mayoritas saham mencatatkan penguatan
- Sentimen domestik positif datang dari komitmen OJK, BEI, dan SRO memenuhi permintaan MSCI terkait transparansi kepemilikan saham
- CGS International optimistis terbatas, memproyeksikan IHSG bergerak variatif cenderung menguat dengan support 7.840–8.035 dan resistance 8.430–8.625.
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan hari ini (30/1) pukul 09.00 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka rebound ke posisi 8.326,63 dari level 8.232,20 atau menguat 1,13 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini sebanyak 594,93 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 56 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp639,82 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 81 saham terkoreksi, 368 saham menguat dan 207 saham tetap tidak berubah.
Sebelumnya, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia, memproyeksikan IHSG hari ini secara teknikal diperkirakan akan bergerak variatif cenderung menguat.
Baca juga: IHSG Anjlok Hampir 15 Persen, Ini Pesan BEI untuk Investor
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 7.840-8.035 dan resistance 8.430-8.625,” ucap analis CGS dalam risetnya di Jakarta, 30 Januari 2026.
Analis CGS menilai, komitmen dari Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, dan Self-Regulatory Organization (SRO) untuk memenuhi permintaan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait transparasi kepemilikan saham berpeluang menjadi sentimen positif untuk IHSG.
Di sisi lain, melemahnya mayoritas indeks di bursa Wall Street dan terkoreksinya beberapa harga komoditas diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.
Baca juga: IHSG Masih Rawan Terkoresi di Tengah Sentimen MSCI, Ini 4 Saham yang Berpotensi Tetap Cuan
Rekomendasi Saham Hari Ini
Pada perdagangan saham hari ini CGS International Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham yang patut dilirik investor, diantaranya adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Ada juga saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO). (*)
Editor: Galih Pratama









