Ilustrasi: Papan pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – MNC Sekuritas melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal pada hari ini (22/1) diperkirakan masih rawan terkoreksi untuk menguji level 8.710-8.887.
“IHSG masih rawan melanjutkan koreksinya ke rentang 8.710-8.887. Adapun area penguatan IHSG diperkirakan akan menguji 9.026-9.054,” tulis manajemen dalam risetnya di Jakarta, 22 Januari 2026.
Diketahui, pada perdagangan Rabu (21/1) IHSG ditutup terkoreksi 1,36 persen ke level 9.010. Pelemahan tersebut akibat tekanan jual, sedangkan area koreksi yang disampaikan juga sudah tercapai.
Baca juga: Prabowo Cabut Izin Tambang Agincourt Resources, Begini Nasib Saham UNTR
Pada perdagangan saham hari ini MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi kasih cuan, di antaranya adalah PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).
ENRG menguat 0,98 persen ke 1.550 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatan ENRG pun belum mampu break MA20. Selama masih mampu bertahan di atas 1,515 sebagai stoplossnya, maka posisi ENRG saat ini diperkirakan sedang membentuk bagian dari wave [b] dari wave 4.
IMPC menguat 1,72 persen ke 3.550 dan masih didominasi oleh volume pembelian meskipun cenderung mengecil. MNC Sekuritas perkirakan posisi IMPC sedang berada di awal wave 5 dari wave (5).
MBMA menguat 1,30 persen ke 780 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. Selama MBMA masih mampu berada di atas 735 sebagai stoploss-nya, maka posisi MBMA saat ini sedang berada pada bagian awal dari wave v dari wave (iii).
Baca juga: Tambah Kepemilikan, Grab Borong Saham Superbank Rp382,07 Miliar
BMRI terkoreksi 0,70 persen ke 4.990 dan disertai dengan munculnya volume penjualan, namun koreksinya masih tertahan oleh MA20. MNC Sekuritas perkirakan, posisi BMRI saat ini sedang berada di awal wave [c] dari wave 2, sehingga BMRI masih rawan melanjutkan koreksinya ke rentang 4.460-4.750.
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Momentum libur panjang mendorong lonjakan transaksi digital, terutama pembelian tiket, hotel, dan ritel,… Read More
Poin Penting OJK memetakan tiga risiko konflik AS-Israel vs Iran: lonjakan harga minyak, kenaikan inflasi… Read More
Poin Penting Pembiayaan multifinance capai Rp508,27 triliun per Januari 2026, tumbuh 0,78% yoy, dengan NPF… Read More
Poin Penting OJK merestrukturisasi kredit Rp12,6 triliun untuk 246.000 rekening debitur terdampak banjir dan longsor… Read More
Poin Penting Diversifikasi jadi kunci hadapi tekanan global 2026, dengan mengombinasikan aset riil, emas, kredit… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,96% ke level 7.939,76 pada 3 Maret 2026, dengan nilai… Read More