Market Update

IHSG Rawan Terkoreksi, Ini 4 Saham yang Tetap Berpotensi Kasih Cuan

Poin Penting

  • MNC Sekuritas menilai IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi untuk menguji area 8.710–8.887, dengan peluang penguatan terbatas di kisaran 9.026–9.054
  • Pada perdagangan sebelumnya, IHSG terkoreksi 1,36 persen ke level 9.010 akibat tekanan jual, dan area koreksi yang diproyeksikan sebelumnya telah tercapai
  • MNC Sekuritas merekomendasikan ENRG (spec buy), IMPC dan MBMA (buy on weakness), sementara BMRI disarankan sell on strength.

Jakarta – MNC Sekuritas melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal pada hari ini (22/1) diperkirakan masih rawan terkoreksi untuk menguji level 8.710-8.887.

“IHSG masih rawan melanjutkan koreksinya ke rentang 8.710-8.887. Adapun area penguatan IHSG diperkirakan akan menguji 9.026-9.054,” tulis manajemen dalam risetnya di Jakarta, 22 Januari 2026.

Diketahui, pada perdagangan Rabu (21/1) IHSG ditutup terkoreksi 1,36 persen ke level 9.010. Pelemahan tersebut akibat tekanan jual, sedangkan area koreksi yang disampaikan juga sudah tercapai. 

Baca juga: Prabowo Cabut Izin Tambang Agincourt Resources, Begini Nasib Saham UNTR

Rekomendasi Saham Hari Ini

Pada perdagangan saham hari ini MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi kasih cuan, di antaranya adalah PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

ENRG – Spec Buy

ENRG menguat 0,98 persen ke 1.550 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatan ENRG pun belum mampu break MA20. Selama masih mampu bertahan di atas 1,515 sebagai stoplossnya, maka posisi ENRG saat ini diperkirakan sedang membentuk bagian dari wave [b] dari wave 4.

  • Spec Buy: 1.520-1.545
  • Target Price: 1.580, 1.655
  • Stoploss: below 1.515

IMPC – Buy on Weakness

IMPC menguat 1,72 persen ke 3.550 dan masih didominasi oleh volume pembelian meskipun cenderung mengecil. MNC Sekuritas perkirakan posisi IMPC sedang berada di awal wave 5 dari wave (5).

  • Buy on Weakness: 3.480-3.530
  • Target Price: 3.640, 3.870
  • Stoploss: below 3.430

MBMA – Buy on Weakness

MBMA menguat 1,30 persen ke 780 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. Selama MBMA masih mampu berada di atas 735 sebagai stoploss-nya, maka posisi MBMA saat ini sedang berada pada bagian awal dari wave v dari wave (iii).

  • Buy on Weakness: 745-775
  • Target Price: 825, 880
  • Stoploss: below 735
Baca juga: Tambah Kepemilikan, Grab Borong Saham Superbank Rp382,07 Miliar

BMRI – Sell on Strength

BMRI terkoreksi 0,70 persen ke 4.990 dan disertai dengan munculnya volume penjualan, namun koreksinya masih tertahan oleh MA20. MNC Sekuritas perkirakan, posisi BMRI saat ini sedang berada di awal wave [c] dari wave 2, sehingga BMRI masih rawan melanjutkan koreksinya ke rentang 4.460-4.750.

  • Sell on Strength: 5.000-5.050. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Jurus Jenius Genjot Transaksi di Momen Libur Panjang

Poin Penting Momentum libur panjang mendorong lonjakan transaksi digital, terutama pembelian tiket, hotel, dan ritel,… Read More

10 hours ago

Konflik AS-Israel dan Iran Memanas, OJK Beberkan Dampaknya ke Pasar Keuangan RI

Poin Penting OJK memetakan tiga risiko konflik AS-Israel vs Iran: lonjakan harga minyak, kenaikan inflasi… Read More

11 hours ago

Industri Multifinance Salurkan Pembiayaan Rp508,27 Triliun per Januari 2026

Poin Penting Pembiayaan multifinance capai Rp508,27 triliun per Januari 2026, tumbuh 0,78% yoy, dengan NPF… Read More

11 hours ago

OJK Restrukturisasi Kredit Rp12,6 Triliun untuk Debitur Terdampak Bencana Sumatra

Poin Penting OJK merestrukturisasi kredit Rp12,6 triliun untuk 246.000 rekening debitur terdampak banjir dan longsor… Read More

12 hours ago

DBS Indonesia Rekomendasikan Aset Riil hingga Saham Asia untuk Hadapi Tekanan Global 2026

Poin Penting Diversifikasi jadi kunci hadapi tekanan global 2026, dengan mengombinasikan aset riil, emas, kredit… Read More

12 hours ago

IHSG Ditutup Berbalik Merosot ke 7.939, Turun Hampir 1 Persen

Poin Penting IHSG ditutup turun 0,96% ke level 7.939,76 pada 3 Maret 2026, dengan nilai… Read More

12 hours ago