Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan pada periode 20-24 Januari 2025 mengalami peningkatan sebesar 0,16 persen menjadi berada pada level 7.166,05 dari 7.154,65 pada pekan lalu.
Meski begitu, kapitalisasi pasar Bursa malah mengalami penurunan sebesar 0,08 persen menjadi Rp12.462 triliun dari Rp12.472 triliun pada sepekan sebelumnya.
Berdasarkan pergerakan tersebut, BEI telah merangkum lima saham yang menjadi top leaders atau saham yang memicu peningkatan gerak IHSG di pekan ini, antara lain:
Sementara itu, peningkatan turut terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian Bursa pekan ini, yakni sebesar 6,90 persen menjadi Rp12,45 triliun dari Rp11,64 triliun pada pekan sebelumnya.
Baca juga: IHSG Merosot, Intip Pergerakan Indeks INFOBANK15 Pekan Ini
Rata-rata volume transaksi harian Bursa pekan ini mengalami peningkatan sebesar 5,23 persen menjadi 18,43 miliar lembar saham dari 17,51 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Sedangkan, rata-rata volume transaksi harian Bursa pekan ini mengalami perubahan sebesar 0,86 persen menjadi lembar 17,51 miliar lembar saham dari 17,66 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Baca juga: IHSG Naik 0,16 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Turun Tipis
Adapun investor asing Jumat lalu (17/1) mencatatkan nilai beli bersih Rp240,20 miliar. Namun sepanjang tahun 2025 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih Rp2,69 triliun. (*)
Editor: Yulian Saputra
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More