IHSG Pagi Ini Dibuka Melemah ke Level 8.122

IHSG Pagi Ini Dibuka Melemah ke Level 8.122

Poin Penting

  • IHSG dibuka flat melemah di level 8.122,01 pada perdagangan Selasa (4/2), dengan nilai transaksi Rp502,35 miliar dan mayoritas saham menguat meski tekanan jual masih terlihat
  • Reliance Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak di kisaran 8.028–8.232, dengan peluang menguat secara teknikal, setelah sehari sebelumnya IHSG melonjak 2,52 persen
  • Investor asing masih mencatat net sell Rp760,05 miliar, sementara sentimen positif datang dari ekspektasi penyelesaian isu pemerintah–MSCI.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini (4/2) pukul 09.00 WIB dibuka flat melemah pada level 8.122,01.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini sebanyak 856,94 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 77 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp502,35 miliar. 

Kemudian, tercatat terdapat 138 saham terkoreksi, 265 saham menguat dan 234 saham tetap tidak berubah.

Manajemen Reliance Sekuritas Indonesia, sebelumnya telah memprediksi bahwa IHSG secara teknikal masih berpotensi untuk bergerak cenderung melemah pada rentang level 8.028-8.232.

Baca juga: IHSG Berpeluang Menguat, Ini Katalis Penggeraknya

“Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 8.028 dan resistance pada level 8.232 dengan kecenderungan menguat,” ucap Analis Reliance dalam risetnya di Jakarta, 4 Februari 2026.

Diketahui, pada perdagangan kemarin (3/2) IHSG ditutup ditutup kembali menguat pada posisi 8.122,59 atau melesat 2,52 persen dari posisi 7.922,73.

Sementara itu, asing membukukan net sell sebesar Rp760,05 miliar di pasar reguler. Adapun saham yang paling banyak dijual seperti BMRI, BBCA, ANTM, BBRI, dan TLKM. 

Di sisi lain, ada sejumlah sentimen positif yang siap mendorong perdagangan saham hari ini. Sentimen tersebut datang dari ekspektasi positif investor terhadap pemerintah dan Morgan Stanley Capital International (MSCI) akan diselesaikan dengan baik dan sebelum tenggat waktu.

Baca juga: Jahja Setiaatmadja Borong 67.000 Saham BBCA, Rogoh Kocek Segini

Adapun, indeks utama bursa AS Bursa saham Wall Street ditutup mayoritas melemah. Sentimen negatif disebabkan oleh kekhawatiran investor bahwa AI akan menciptakan lebih banyak persaingan bagi perusahaan perangkat lunak. 

Kekhawatiran tersebut muncul menjelang laporan kinerja kuartalan Alphabet dan Amazon akhir pekan ini. (*)

Editor: Galih Pratama

Related Posts

News Update

Netizen +62