IHSG Melemah 5 Persen Lebih, Berikut Saham-saham Pendorongnya

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan 3-7 Februari 2025 mengalami pelemahan signifikan sebesar 5,16 persen, turun ke level 6.752,576 dari 7.109,196 pada pekan lalu.

Sejalan dengan pelemahan IHSG, kapitalisasi pasar Bursa juga turun sebesar 5,87 persen, menjadi Rp11.595 triliun dari Rp12.319 triliun pada pekan sebelumnya.

Baca juga: IHSG Sepekan Turun 5,16 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp11.595 Triliun

Berdasarkan pergerakan tersebut, BEI merangkum lima saham yang menjadi top laggards atau saham-saham yang memicu pelemahan IHSG pekan ini, antara lain:

  1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyumbang pelemahan tertinggi sebesar 78,19 poin ke IHSG, dengan penurunan harga saham 14,52 persen
  2. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menyumbang sebanyak 77,08 poin ke penurunan IHSG, dengan harga saham yang melemah 22,16 persen
  3. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyumbang pelemahan 29,19 poin ke IHSG, dengan harga saham yang turun 4,5 persen
  4. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menyumbang penurunan sebanyak 21,44 poin ke IHSG, dengan pelemahan harga saham 12,24 persen
  5. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) memberikan 20,82 poin ke penurunan IHSG dan harga sahamnya melemah 8,64 persen.

Meski IHSG melemah, aktivitas perdagangan justru menunjukkan peningkatan. Rata-rata volume transaksi harian Bursa pekan ini naik sebesar 26,60 persen menjadi 20,75 miliar lembar saham dari 16,39 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

Baca juga: Fluktuasi Pasar Menguat, BEI Tawarkan Strategi Baru untuk Investor

Selain itu, rata-rata frekuensi transaksi harian juga meningkat sebesar 13,06 persen, menjadi 1,31 juta kali transaksi dari 1,16 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Rata-rata nilai transaksi harian Bursa mencatat kenaikan sebesar 7,22 persen, menjadi Rp12,08 triliun dari Rp11,27 triliun pada pekan sebelumnya.

Adapun pada Jumat, 7 Februari 2025, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp513,87 miliar. Sepanjang tahun 2025, total jual bersih investor asing mencapai Rp7,52 triliun. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

2 hours ago

OJK Soroti Indikasi Proyek Fiktif di Fintech Lending, Minta Penguatan Tata Kelola

Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More

3 hours ago

Risiko Banjir Meningkat, MPMInsurance Perkuat Proteksi Aset

Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More

3 hours ago

OJK Targetkan Aset Asuransi Tumbuh hingga 7 Persen di 2026

Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More

3 hours ago

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

4 hours ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

5 hours ago