Poin Penting
- IHSG sesi I ditutup melemah 0,08 persen ke level 7.168,46 di tengah sikap hati-hati investor mencermati kondisi pasar dan arah kebijakan ekonomi.
- Pelemahan pasar dipicu penurunan cadangan devisa April 2026 serta berlanjutnya tekanan terhadap nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir.
- Mayoritas sektor saham berada di zona merah, dengan sektor bahan baku dan transportasi mencatat koreksi terdalam pada perdagangan sesi I hari ini.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I, Jumat (8/5), ditutup berbalik melemah ke level 7.168,46 atau turun 0,08 persen dari posisi 7.174,32.
Manajemen Pilarmas Investindo Sekurita menyebut pelemahan IHSG itu dipicu sikap hati-hati investor setelah data cadangan devisa April dirilis dan mengalami penurunan seiring berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah.
“Pelaku pasar juga bersiap mencermati sejumlah rilis data Bank Indonesia (BI) pekan depan, termasuk data kepercayaan konsumen penjualan ritel di bulan April, ucapnya dalam Day Break Review di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.
Baca juga: Meski PDB Lampaui Ekspektasi, Nilai Tukar Rupiah Tetap Jadi Kunci Arah IHSG
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 23,36 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1,42 juta kali. Total nilai transaksi tercatat mencapai Rp10,79 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 398 saham terkoreksi, 245 saham menguat dan 168 saham signifikan.
Mayoritas Sektor Saham Melemah
Mayoritas sektor turut melemah. Pelemahan dipimpin sektor bahan baku yang merosot 2,90 persen, transportasi 2,85 persen, industrial 1,54 persen, dan siklikal 1,05 persen.
Baca juga: Sentimen Panda Bonds hingga Subsidi EV Dorong IHSG Berpotensi Naik Lagi
Selain itu, sektor properti turun 0,96 persen, sektor non-siklikal melemah 0,81 persen, sektor energi merosot 0,69 persen, dan sektor keuangan turun 0,24 persen.
Sementara itu, beberapa sektor masih mencatat penguatan, yakni sektor infrastruktur naik 2,15 persen, sektor kesehatan meningkat 0,29 persen, dan sektor teknologi menguat 0,09 persen.
Bursa Asia Mayoritas Terkoreksi
Di kawasan Asia, mayoritas indeks saham juga bergerak melemah. Nikkei 225 Tokyo turun 0,30 persen dan Hang Seng Index terkoreksi 1,06 persen. Sementara itu, Shanghai Composite Index masih menguat tipis 0,01 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra


