Market Update

IHSG Kembali Dibuka Terkoreksi 0,18% Pada Perdagangan Hari Ini

Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9:00 WIB (11/1) indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali terkoreksi ke zona merah pada level 6.610,37 atau melemah 0,18% dari dibuka di posisi 6.622,53 di awal perdagangan hari ini.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 187 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 19 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp185 miliar.

Kemudian, tercatat terdapat 94 saham terkoreksi, sebanyak 153 saham menguat dan sebanyak 229 saham tetap tidak berubah.

Sebelumnya, BNI Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang mengalami kenaikan terbatas pada perdagangan hari ini. Potensi rebound ini tergambar dari penutupan IHSG di bawah 5 day MA dan Candle Lower Low. IHSG dalam trend Bearish, selama di atas 6.885.

Indikator MACD bearish, Stochastic oversold, candle lower low. Jika bisa di tutup harian di bawah 6.850, IHSG masih berpeluang koreksi, target 6.784, 6.715 DONE, 6.621 DONE, 6.557, 6.509. Jika Rebound di atas 6.726, peluang menuju 6.766, 6.838, 6.953. Range breakout berada di 6.570 – 6.953.

“Level resistance berada di 6.674, 6.726, 6.760, 6.838 dengan support 6.698, 6.570, 6.535, 6.509. Perkiraan range di rentang 6.570 – 6.670,” ucap Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas, Andri Zakarias Siregar dalam keterangan resmi di Jakarta, 11 Januari 2023

Pada perdagangan kemarin (10/1), bursa regional Asia Pasifik mengalami pergerakan yang beragam. Beberapa bursa yang mencatat kenaikan yang cukup signifikan adalah Nikkei dan TSEC Weighted Index.

Inflasi inti Tokyo pada Desember 2022 mencapai 4,0% yoy dibandingkan ekspektasi 3,8% yoy. Sementara di sisi lain Hang Seng, IHSG dan STI mengalami koreksi. Indonesia melaporkan retail sales sebesar 1,3% yoy pada November 2022, turun dibandingkan 3,7% yoy pada bulan sebelumnya.

Dari Amerika Serikat (AS), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat cukup signifikan sebesar 0,56%, begitu juga dengan S&P 500 yang naik 0,70%, sementara indeks Nasdaq naik lebih tinggi sebesar 1,01%.

Nasdaq mencatat kenaikan tiga hari berturut-turut pertama sejak November. Investor menanti rilis data inflasi besok untuk Desember 2022 yang diperkirakan turun dibandingkan bulan sebelumnya. Bursa Eropa ditutup melemah seperti CAC 40 dan FTSE 100 yang masing-masing terkoreksi 0,55% dan 0,39%. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

View Comments

Recent Posts

ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab

PT ALTO Network meluncurkan dua layanan digital terbaru, yaitu Askara Connect dan Askara Collab, untuk… Read More

39 mins ago

Ma’ruf Amin: Hijrah Finansial jadi Kunci Akselerasi Ekonomi Syariah Nasional

Poin Penting Hijrah finansial sebagai transformasi menyeluruh, bukan sekadar pindah produk keuangan, tetapi perubahan cara… Read More

40 mins ago

Whoosh Delay akibat Penumpang Tahan Pintu Kereta, KCIC Angkat Bicara

Poin Penting KCIC mengecam penumpang yang menahan pintu Whoosh di Padalarang karena melanggar aturan dan… Read More

57 mins ago

Kredit Bermasalah Pindar Naik di Awal 2026, OJK Ungkap Penyebabnya

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan mencatat rasio kredit bermasalah pindar (TWP90) naik menjadi 4,38% pada… Read More

1 hour ago

BRI Sepakat Tebar Dividen Rp52,10 Triliun, 91 Persen dari Laba 2025

Poin Penting BBRI membagikan dividen Rp52,10 triliun dari laba bersih 2025 sebesar Rp56,65 triliun, dengan… Read More

1 hour ago

Kejagung Ungkap Modus Pengondisian Tender dalam Kasus Petral

Poin Penting Kejagung mengungkap modus pengondisian tender yang menyebabkan harga minyak dan produk kilang dalam… Read More

2 hours ago