IHSG Kembali Dibuka Terkoreksi 0,18% Pada Perdagangan Hari Ini

IHSG Kembali Dibuka Terkoreksi 0,18% Pada Perdagangan Hari Ini

Jelang RDG BI Desember 2022, IHSG Berpeluang Menguat
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9:00 WIB (11/1) indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali terkoreksi ke zona merah pada level 6.610,37 atau melemah 0,18% dari dibuka di posisi 6.622,53 di awal perdagangan hari ini.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 187 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 19 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp185 miliar.

Kemudian, tercatat terdapat 94 saham terkoreksi, sebanyak 153 saham menguat dan sebanyak 229 saham tetap tidak berubah.

Sebelumnya, BNI Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang mengalami kenaikan terbatas pada perdagangan hari ini. Potensi rebound ini tergambar dari penutupan IHSG di bawah 5 day MA dan Candle Lower Low. IHSG dalam trend Bearish, selama di atas 6.885.

Indikator MACD bearish, Stochastic oversold, candle lower low. Jika bisa di tutup harian di bawah 6.850, IHSG masih berpeluang koreksi, target 6.784, 6.715 DONE, 6.621 DONE, 6.557, 6.509. Jika Rebound di atas 6.726, peluang menuju 6.766, 6.838, 6.953. Range breakout berada di 6.570 – 6.953.

“Level resistance berada di 6.674, 6.726, 6.760, 6.838 dengan support 6.698, 6.570, 6.535, 6.509. Perkiraan range di rentang 6.570 – 6.670,” ucap Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas, Andri Zakarias Siregar dalam keterangan resmi di Jakarta, 11 Januari 2023

Pada perdagangan kemarin (10/1), bursa regional Asia Pasifik mengalami pergerakan yang beragam. Beberapa bursa yang mencatat kenaikan yang cukup signifikan adalah Nikkei dan TSEC Weighted Index.

Inflasi inti Tokyo pada Desember 2022 mencapai 4,0% yoy dibandingkan ekspektasi 3,8% yoy. Sementara di sisi lain Hang Seng, IHSG dan STI mengalami koreksi. Indonesia melaporkan retail sales sebesar 1,3% yoy pada November 2022, turun dibandingkan 3,7% yoy pada bulan sebelumnya.

Dari Amerika Serikat (AS), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat cukup signifikan sebesar 0,56%, begitu juga dengan S&P 500 yang naik 0,70%, sementara indeks Nasdaq naik lebih tinggi sebesar 1,01%.

Nasdaq mencatat kenaikan tiga hari berturut-turut pertama sejak November. Investor menanti rilis data inflasi besok untuk Desember 2022 yang diperkirakan turun dibandingkan bulan sebelumnya. Bursa Eropa ditutup melemah seperti CAC 40 dan FTSE 100 yang masing-masing terkoreksi 0,55% dan 0,39%. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Related Posts

One Comment

  1. reyhan

    thanks alot of information goodjobs

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]