Poin Penting
- IHSG dibuka menguat 0,36% ke level 8.425,94 dengan nilai transaksi Rp415,39 miliar dan 285 saham naik.
- CGS proyeksikan IHSG variatif cenderung menguat, dengan support 8.205–8.300 dan resistance 8.490–8.590.
- Sentimen pasar campuran: tekanan dari Wall Street dan isu AI, namun ditopang konsumsi Ramadan serta kenaikan harga komoditas.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Selasa (24/2) pukul 09.00 WIB dibuka menguat 0,36 persen ke level 8.425,94. Sebelumnya, indeks berada di posisi 8.396,08.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 563,02 juta saham diperdagangkan dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 60 ribu kali. Total nilai transaksi tercatat mencapai Rp415,39 miliar.
Kemudian, sebanyak 285 saham menguat, 112 saham terkoreksi, dan 248 saham stagnan.
Baca juga: IHSG Ditutup Perkasa di Level 8.396, Saham Top Gainers: MEGA, HATM, dan TEBE
Sebelumnya, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan pergerakan IHSG hari ini secara teknikal akan variatif dengan kecenderungan menguat.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 8.205-8.300 dan resistance 8.490-8.590,” kata Manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026.
Lebih lanjut, manajemen CGS menilai, pelemahan indeks di bursa Wall Street akibat kenaikan tarif impor dan kekhawatiran investor terhadap potensi disrupsi AI ke berbagai sektor menjadi sentimen negatif bagi pasar.
Baca juga: IHSG Diprediksi Kembali Menguat, 4 Saham Ini Direkomendasikan
Namun, potensi peningkatan konsumsi domestik saat Ramadan dan Idulfitri, serta kenaikan harga komoditas seperti CPO, timah, nikel, emas, dan batu bara diperkirakan menjadi sentimen positif bagi IHSG.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Adapun CGS International Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati pada perdagangan hari ini, di antaranya PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Timah Tbk (TINS).
Kemudian tiga saham lain yang direkomendasikan, yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI). (*)
Editor: Yulian Saputra










