Ilustrasi: Pekerja berada di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka menguat 0,60 persen dari level 7.464,64 ke posisi 7.509,50 pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (5/8).
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 550,51 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 45 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp406,22 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 79 saham terkoreksi, sebanyak 243 saham menguat dan sebanyak 243 saham tetap tidak berubah.
Research Phintraco Sekuritas, sebelumnya telah memprediksi bahwa IHSG secara teknikal untuk pekan ini berpotensi konsolidasi di rentang level 7.450-7.650.
Baca juga: 45 Emiten Siap Buyback Saham Tanpa RUPS, Alokasi Dana Capai Rp26,52 Triliun
“IHSG diperkirakan terkonsolidasi di kisaran level psikologis 7.500, menantikan sejumlah data ekonomi domestik,” ucap Manajemen Phintraco dalam risetnya di Jakarta, 5 Agustus 2025.
Pada perdagangan pekan ini, pasar menantikan sejumlah indikator ekonomi, yakni pertumbuhan PDB kuartal II 2025 (5/8), cadangan devisa Juli 2025 (7/8), serta consumer confidence, retail sales, car sales, dan motorbike sales (8/8).
Sementara pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah di level 7.464,65 atau turun 0,97 persen. Penurunan dipicu saham sektor bahan baku mengalami koreksi terbesar, sebaliknya saham sektor kesehatan membukukan penguatan terbesar.
Baca juga: Harga Saham BMRI Menguat 1,55 Persen usai Gelar RUPSLB
Koreksi indeks antara lain didorong oleh aksi profit taking setelah mengalami penguatan pada perdagangan Jumat lalu, di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat tarif dan data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang melemah.
Beberapa laporan kinerja keuangan emiten domestik yang mengalami penurunan juga menjadi faktor negatif.
Pada perdagangan pasar saham hari ini, Phintraco Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi cuan. Di antaranya adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR).
Selanjutnya, ada saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More