Poin Penting
- IHSG diperkirakan menguji level psikologis 6.000 setelah ditutup menguat 2,71 persen pada perdagangan sebelumnya.
- Penguatan didukung turunnya harga minyak dunia dan menguatnya nilai tukar rupiah.
- Sentimen eksternal berpotensi memicu aksi profit taking meski sejumlah indikator domestik masih menunjukkan perbaikan.
Jakarta – Manajemen Phintraco Sekuritas menyoroti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (11/6) secara teknikal akan menguji psikologisnya di posisi 6.000.
“Diperkirakan IHSG berpeluang menguji level psikologis di level 6.000. Namun perlu diwaspadai potensi profit taking akibat sentimen negatif dari eksternal,” tulis Research Team Phintraco Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.
Pada perdagangan Rabu (10/6), IHSG ditutup menguat 2,71 persen ke level 5.902,38. Kenaikan terjadi di seluruh sektor, dengan saham-saham sektor transportasi mencatat penguatan tertinggi sebesar 4,51 persen.
“Rebound IHSG berlanjut antara lain didukung oleh koreksi harga minyak mentah dunia serta penguatan nilai tukar Rupiah. Di pasar spot nilai tukar Rupiah menguat 0,63 persen terhadap Dolar AS di level Rp17.944 per US Dollar,” imbuhnya.
Baca juga: IHSG Lanjut Ditutup Menguat 2,71 Persen ke Posisi 5.902, Seluruh Sektor Kompak Hijau
Di samping itu, indeks keyakinan konsumen turun di level 120,9 pada Mei 2026 dari level 123 di April 2026. Level ini merupakan level yang terendah sejak September 2025. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penilaian yang lebih lemah terhadap kondisi ekonomi saat ini.
Selain itu, sentimen terhadap pembelian barang tahan lama, persepsi ketersediaan pekerjaan selama enam bulan terakhir dan ekspektasi pendapatan selama enam bulan ke depan mengalami penurunan. Sebaliknya ekspektasi mengenai ketersediaan pekerjaan dan aktivitas bisnis sedikit membaik.
Adapun penjualan mobil baru di Indonesia meningkat 14 persen year-on-year (yoy) menjadi 69.219 unit di Mei 2026, setelah meningkat signifikan sebesar 55 persen yoy di April 2026.
Ini merupakan pertumbuhan selama dua bulan berturut-turut, meskipun ada indikasi perlambatan di tengah potensi inflasi dan kenaikan harga bensin.
Namun depresiasi Rupiah berpotensi dapat mendorong terjadinya kenaikan biaya produksi dan biaya impor.
Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup di Zona Hujau, Menguat 2,34 Persen ke 5.881
Sementara itu, untuk periode Januari-Mei 2026, penjualan mobil tumbuh 12,8 persen yoy mencapai 359.015 unit, dibandingkan periode sama tahun 2025. Gaikindo menargetkan penjualan mobil tahun ini mencapai 850 ribu unit. (*)
Editor: Yulian Saputra


