Ilustrasi: Papan pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan awal pekan ini Senin, 2 Februari 2026 pukul 09.00 WIB masih dibuka melemah pada level 8.299,82 dari posisi 8.329,60 atau turun 0,36 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 858,81 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 92 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp814,38 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 159 saham terkoreksi, 304 saham menguat dan 206 saham tetap tidak berubah.
Manajemen Phintraco Sekuritas, sebelumnya memprediksi bahwa IHSG pada pekan ini secara teknikal diperkirakan akan bergerak konsolidasi di rentang level 8.150-8.600.
“Secara teknikal, IHSG diperkirakan akan cenderung konsolidasi pada kisaran 8.150-8.600 pada pekan ini. Jika IHSG mampu bertahan di atas 8600, berpotensi melanjutkan rebound,” ucap analis Phintraco dalam risetnya di Jakarta, 2 Februari 2026.
Baca juga: Setelah MSCI, Pergerakan IHSG Pekan Ini Bakal Dipengaruhi Sentimen Berikut
Phintraco menyoroti dari sentimen domestik, investor akan mencermati perkembangan gejolak pasar modal Indonesia setelah beberapa pejabat otoritas mundur.
Langkah cepat dari pemerintah yang segera menunjuk pejabat sementara Oritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), serta adanya pernyataan dari pemerintah yang berupaya menenangkan investor.
Hal itu diharapkan akan meredakan kekhawatiran investor akan ketidakpastian. Selanjutnya, investor akan menantikan implementasi dari kebijakan yang sudah dicanangkan.
Di sisi lain, perilisan data penting domestik pada pekan ini akan menjadi perhatian investor. Di antaranya indeks PMI Manufacturing (2/2), neraca perdagangan (2/2), inflasi (2/2), pertumbuhan ekonomi (5/2), serta cadangan devisa dan indeks harga properti (6/2).
Baca juga: Demutualisasi Bursa Efek Indonesia, Kudeta “Tak Berdarah” Tiga Komisioner OJK Mundur Terhormat
Adapun, indeks di bursa Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat (30/1), akibat koreksi pada saham sektor teknologi. Pencalonan Kevin Warch sebagai kandidat Chairman The Fed oleh Presiden Trump, tampaknya direspons positif oleh investor.
Terlihat dari dolar Amerika Serikat (AS) yang menguat dan yield US Treasury stabil. Namun, harga emas dan perak melemah tajam akibat kekhawatiran akan independensi bank sentral serta profit taking.
Investor juga akan mencermati data tenaga kerja dan indeks PMI AS dan mencermati kelanjutan earning season saham sektor teknologi dan AI di AS. Sementara dari Eropa, pada pekan ini dijadwalkan ECB dan BoE akan menetapkan kebijakan moneternya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Bank Indonesia (BI) menambah kuota dan memajukan jadwal pemesanan tukar uang tahap kedua… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta memastikan diskon 30% tiket KA Lebaran… Read More
Poin Penting Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan… Read More
Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More
Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More
Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More