IHSG Ditutup Menguat di Atas 8.900, Bahan Baku dan Properti Jadi Penopang

IHSG Ditutup Menguat di Atas 8.900, Bahan Baku dan Properti Jadi Penopang

Poin Penting

  • IHSG ditutup menguat 0,72 persen ke level 8.948,30 dengan nilai transaksi Rp33,54 triliun pada perdagangan 13 Januari 2026.
  • Mayoritas indeks dan sektor menguat, dipimpin sektor bahan baku, industrial, dan properti, sementara sektor siklikal dan transportasi melemah.
  • Saham top gainers antara lain MBMA, APLN, dan SRTG, sedangkan top losers VICI, DEWA, dan GTSI.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Selasa, 13 Januari 2026 ditutup kembali meningkat ke level 8.948,30 atau naik 0,72 persen dari posisi 8.884,72.

Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 327 saham terkoreksi, 348 saham menguat, dan 131 saham tetap tidak berubah.

Sebanyak 62,92 miliar saham diperdagangkan dengan 3,80 juta kali frekuensi perpindahan tangan. Total nilai transaksi Rp33,54 triliun.

Baca juga: Bergerak Flat, IHSG Sesi I Ditutup pada Zona Merah

Lebih lanjut, seluruh indeks dalam negeri ditutup hijau, terlihat dari IDX30 naik 1,84 persen menjadi 448,85, Sri-Kehati menguat 1,35 persen menjadi 388,94, JII meningkat 1,56 persen menjadi 607,08, dan LQ45 naik 1,42 persen ke 878,87.

Mayoritas sektor saham bergerak positif. Sektor bahan baku mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,67 persen, disusul sektor industrial yang naik 2,12 persen, serta sektor properti yang menguat 1,77 persen.

Sektor non-siklikal naik 0,75 persen, sektor kesehatan menguat 0,73 persen, sektor infrastruktur naik 0,33 persen, dan sektor keuangan bertambah 0,30 persen.

Baca juga: IHSG Diproyeksi Tembus 9.800 pada 2026, DBS Beberkan Pendorongnya

Di sisi lain, beberapa sektor masih mengalami tekanan. Sektor siklikal turun 1,85 persen, sektor transportasi melemah 0,91 persen, sektor teknologi turun 0,73 persen, dan sektor energi terkoreksi 0,54 persen.

Saham Gainers, Losers, dan Teraktif

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).

Sementara itu, top losers diisi oleh PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT GTS Internasional Tbk (GTSI).

Baca juga: Purbaya Pede IHSG Bisa Tembus 10.000 di Akhir 2026, Begini Tanggapan OJK

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA). (*)

Editor: Yulian Saputra

Related Posts

News Update

Netizen +62