Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, Kamis, 17 April 2025, bertahan ditutup di zona hijau ke level 6.403,12 dari dibuka di level 6.400,05 setelah bergerak fluktuatif di rentang level 6.384,28-6.433,50.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 7,48 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 658 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp4,76 triliun.
Baca juga: 164 Saham Hijau, IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.403
Kemudian tercatat terdapat 282 saham terkoreksi, sebanyak 275 saham menguat dan sebanyak 230 saham tetap tidak berubah.
Lalu mayoritas sektor turut mengalami penguatan, dengan sektor infrastruktur meningkat 1,79 persen, sektor bahan baku menguat 1,49 persen, sektor non-siklikal naik 0,38 persen, sektor properti meningkat 0,15 persen, sektor teknologi menguat 0,13 persen, dan sektor kesehatan naik 0,11 persen,
Sedangkan sektor sisanya melemah, terlihat dari sektor industrial merosot 0,59 persen, sektor keuangan turun 0,36 persen, sektor energi melemah 0,34 persen, sektor siklikal merosot 0,25 persen, dan sektor transportasi melemah 0,09 persen.
Baca juga: IHSG Berpeluang Menguat, Berikut 4 Saham Rekomendasi yang Patut Dilirik
Adapun indeks-indeks bursa Asia mayoritas hijau, dengan Hang Seng Index Hong Kong naik 1,29 persen dan Nikkei 225 Index Tokyo meningkat 1,09 persen. Sedangkan, Shanghai Composite Index Shanghai melemah 0,02 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More