Poin Penting
- IHSG ditutup menguat 0,67 persen ke level 5.912,44 pada perdagangan 9 Juli 2026.
- Mayoritas sektor berada di zona hijau dengan penguatan terbesar pada sektor bahan baku.
- Saham ARTO, DEWA, dan RAJA menjadi top gainers, sementara nilai transaksi mencapai Rp12,08 triliun.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 9 Juli 2026, ditutup dengan melanjutkan pengutannya ke posisi 5.912,44 atau meningkat sebanyak 0,67 persen dari level 5.873,37.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat 275 saham terkoreksi, 327 saham menguat, dan 190 saham ditutup stagnan.
Sebanyak 27,11 miliar saham diperdagangkan dengan 2,24 juta kali frekuensi perpindahan tangan, dan total nilai transaksi Rp12,08 triliun.
Baca juga: Transaksi IHSG Lesu di Tengah Ramainya IPO, Ini Penjelasan Sucor Sekuritas
Selanjutnya, seluruh indeks dalam negeri ikut bergerak menguat, dengan LQ45 naik 0,77 persen ke 587,37, IDX30 meningkat 0,66 persen jadi 332,65, JII menguat 0,94 persen menjadi 345,61, dan Sri-Kehati naik 0,41 persen ke 290,63.
Tidak hanya itu, mayoritas sektor juga mengalami pergerakan yang positif, dengan sektor bahan baku naik 2,10 persen, sektor industrial meningkat 1,32 persen, sektor transportasi menguat 1,03 persen, dan sektor non-siklikal naik 0,84 persen.
Kemudian, sektor energi meningkat 0,83 persen, sektor keuangan menguat 0,82 persen, sektor siklikal naik 0,72 persen, dan sektor teknologi meningkat 0,13 persen.
Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Menghijau ke Level 5.885, Naik 0,21 Persen
Sementara itu, sektor lainnya masih melemah, dengan sektor kesehatan turun 1,24 persen, sektor properti merosot 0,32 persen, dan sektor infrastruktur melemah 0,13 persen.
ARTO hingga DEWA Masuk Top Gainers
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).
Sedangkan saham top losers adalah PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY), dan PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA).
Adapun tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Bach Multi Global Tbk (BACH). (*)
Editor: Yulian Saputra


