Poin Penting
- IHSG melemah 0,20% ke level 8.992,18, meski beberapa indeks unggulan seperti IDX30 dan LQ45 masih menguat.
- Mayoritas sektor menurun, terutama energi (-1,86%) dan teknologi (-1,70%), sementara sektor non-siklikal dan infrastruktur mencatat kenaikan.
- Saham top gainers: LPKR, DAAZ, ASGR; top losers: PTRO, BUMI, GTSI; paling aktif diperdagangkan: BUMI, LPKR, BKSL
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 22 Januari 2026, berbalik ditutup melemah ke posisi 8.992,18 atau turun 0,20 persen dari posisi 9.010,33.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 331 saham terkoreksi, 345 saham menguat, dan 128 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 72,11 miliar saham diperdagangkan dengan 4,09 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp37,88 triliun.
Meski demikian, seluruh indeks dalam negeri masih mampu menguat dengan IDX30 naik 0,59 persen menjadi 448,29, JII meningkat 0,51 persen menjadi 607,12, LQ45 menguat 0,42 persen ke 875,11, dan Sri-Kehati naik 0,46 persen menjadi 386,31.
Baca juga:IHSG Sesi I Ditutup Bertahan Menghijau pada Level 9.060
Namun, mayoritas sektor tercatat melemah, dengan sektor energi merosot 1,86 persen, sektor teknologi turun 1,70 persen, sektor industrial melemah 0,97 persen, sektor bahan baku merosot 0,88 persen, sektor siklikal turun 0,81 persen, dan sektor keuangan melemah 0,42 persen.
Sedangkan sektor lainnya bergerak menguat, dengan sektor non-siklikal meningkat 1,47 persen, sektor infrastruktur naik 1,38 persen, sektor properti menguat 1,09 persen, sektor kesehatan meningkat 0,38 persen, dan sektor transportasi naik 0,01 persen.
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), dan PT Astra Graphia Tbk (ASGR).
Sedangkan saham top losers adalah PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT GTS Internasional Tbk (GTSI).
Baca juga: IHSG Dibuka Menguat 0,39 Persen ke Level 9.045
Adapun tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), dan PT Sentul City Tbk (BKSL). (*)
Editor: Yulian Saputra










