Poin Penting
- IHSG anjlok 3,05 persen pada penutupan Jumat (13/3/2026) ke level 7.137,21, turun dari 7.362,11
- Sentimen negatif global dipicu kekhawatiran konflik AS–Iran yang berpotensi menjaga harga minyak tinggi, meningkatkan inflasi dan risiko pelebaran defisit APBN
- Tekanan pasar merata, tercermin dari 629 saham turun dan seluruh sektor melemah, dengan transaksi mencapai Rp14,04 triliun.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat, 13 Maret 2026 ditutup lanjut melemah ke posisi 7.137,21 atau anjlok 3,05 persen dari level 7.362,11.
Manajemen Phintraco Sekuritas Indonesia menilai sentimen negatif dipicu oleh investor yang khawatir bahwa konflik Amerika Serikat-Iran berlanjut dan akan membuat harga minyak mentah di harga tinggi dalam waktu yang lebih lama dari perkiraan sebelumnya, sehingga akan mendorong terjadinya kenaikan inflasi dan melebarnya defisit APBN.
“Pemerintah terus menghitung dampak kenaikan harga minyak mentah terhadap APBN. Jika pelebaran defisit di atas 3 persen benar-benar ditempuh, pemerintah akan terlebih dahulu memperhitungkan konsekuensi fiskalnya,” tulis analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, 13 Maret 2026.
Baca juga: Investor Asing Inflow Rp905,27 Miliar, 5 Saham Ini Terbanyak Diborong
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 629 saham terkoreksi, 104 saham menguat, dan 86 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 28,69 miliar saham diperdagangkan dengan 1,60 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp14,04 triliun.
Selanjutnya, seluruh indeks dalam negeri juga ditutup melemah dengan IDX30 turun 2,16 persen jadi 391,86, Sri-Kehati -2,20 persen ke 348,10, LQ45 -3,04 persen ke 728,33 dan JII -3,93 persen menjadi 472,40.
Kemudian, seluruh sektor turut ditutup melemah. Rinciannya, sektor bahan baku dan sektor transportasi -3,87 persen, sektor infrastruktur -3,64 persen, sektor siklikal -3,55 persen, sektor industrial -3,46 persen, dan sektor teknologi -3,41 persen.
Selanjutnya, sektor energi -2,86 persen, sektor non-siklikal -2,18 persen, sektor properti -1,79 persen, sektor keuangan melemah 1,60 persen, dan sektor kesehatan -1,19 persen.
Baca juga: BCA Lakukan Buyback Saham Rp5 Triliun, Ini Tujuannya
Saham Top Gainers dan Losers
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF), dan PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU).
Sedangkan saham top losers adalah PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA). (*)
Editor: Galih Pratama










