Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, 6 Februari 2025, kembali ditutup melemah signifikan sebesar 2,12 persen ke level 6.875,53, setelah dibuka pada level 7.024,22.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 428 saham mengalami koreksi, 176 saham menguat, dan 196 saham tidak mengalami perubahan. Volume perdagangan mencapai 20,27 miliar saham dengan 1,43 juta kali transaksi, serta total nilai transaksi menembus Rp13,75 triliun.
Kemudian seluruh indeks utama di Bursa Efek Indonesia turut menunjukkan pelemahan. Indeks IDX30 merosot 3,12 persen ke posisi 402,44, LQ45 turun 2,97 persen menjadi 777,64, Sri-Kehati melemah 2,87 persen ke level 353,46, dan Jakarta Islamic Index (JII) terkoreksi 2,26 persen ke level 450,68.
Baca juga: Dihukum Pasar! BEI Merah Menyala di Tengah Bursa Regional Hijau
Lalu hampir seluruh sektor melemah, tecermin dari sektor bahan baku merosot 2,43 persen, sektor keuangan turun 2,24 persen, sektor industrial melemah 2,14 persen, sektor transportasi merosot 1,99 persen, dan sektor properti turun 1,89 persen.
Selanjutnya, sektor infrastruktur melemah 1,39 persen, sektor energi merosot 1,26 persen, sektor non-siklikal turun 0,48 persen, sektor teknologi melemah 0,05 persen, dan sektor siklikal merosot 0,02 persen.
Sementara itu, hanya sektor kesehatan yang mencatatkan penguatan sebesar 1,13 persen, didukung oleh kenaikan saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang melonjak 7,44 persen.
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS), dan PT Steady Safe Tbk (SAFE).
Baca juga: Salah Kaprah! DPR Bisa Copot di Tengah Jalan Bos BI, OJK, LPS dan Lembaga Negara Lainnya, Sungguh Berbahaya!
Sedangkan saham top losers adalah PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA), PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI), dan PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG).
Adapun tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Multipolar Tbk (MLPL), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More