IHSG Diprediksi Melemah Jelang Akhir Pekan, Ini Katalis Pemicunya

IHSG Diprediksi Melemah Jelang Akhir Pekan, Ini Katalis Pemicunya

Poin Penting

  • IHSG diprediksi bergerak variatif cenderung melemah pada 9 Januari 2026, dengan level support di 8.795–8.860 dan resistance 8.990–9.055
  • Sentimen negatif berasal dari koreksi harga nikel, timah, tembaga, dan tingginya defisit APBN 2025.
  • Rekomendasi saham CGS yang berpotensi cuan hari ini meliputi INTP, BUMI, ENRG, HRTA, RATU, dan BKSL

Jakarta – CGS International Sekuritas Indonesia melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal hari ini (9/1) diprediksi akan bergerak variatif cenderung melemah.

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 8.795-8.860 dan resistance 8.990-9.055,” tulis analis CGS dalam risetnya di Jakarta, 9 Januari 2026.

Diketahui, pada perdagangan kemarin (8/1) IHSG berbalik melemah usai tembus ke posisi 9.000. IHSG ditutup ke level 8.925,47 atau turun 0,22 persen dari posisi 8.944,81.

Baca juga: Awal 2026 Saham DADA Melonjak 35 Persen, Ini Pemicunya

Analis CGS menjelaskan terkoreksinya harga nikel, timah, dan tembaga serta tingginya defisit APBN 2025 berpeluang akan menjadi sentimen negatif untuk IHSG.

Di sisi lain, perdagangan saham hari ini juga diramal bakal ditopang sejumlah sentimen positif. Sentimen tersebut datang dari menguatnya mayoritas indeks di bursa Wall Street, naiknya harga minyak mentah, CPO, emas dan batu bara, serta aksi beli investor asing.

Baca juga: Empat Direksi CIMB Niaga Kompak Borong Saham BNGA

Rekomendasi Saham

Pada perdagangan saham hari ini CGS International Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi kasih cuan, di antaranya adalah PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).

Ada juga saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), dan PT Sentul City Tbk (BKSL). (*)

Editor: Galih Pratama

Related Posts

News Update

Netizen +62