Market Update

IHSG Diprediksi Masih Tertekan, Ini Katalis Pemicunya

Poin Penting

  • CGS International Sekuritas memproyeksikan IHSG pada 11 Maret 2026 bergerak variatif cenderung melemah, dengan level support 7.310–7.375 dan resistance 7.510–7.575
  • Pelemahan mayoritas indeks Wall Street, koreksi harga komoditas energi, serta aksi jual investor asing Rp1,93 triliun
  • CGS merekomendasikan sejumlah saham berpotensi cuan, yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), hingga PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).

Jakarta – CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal hari ini (11/3) akan bergerak variatif cenderung melemah.

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.310-7.375 dan resistance 7.510-7.575,” tulis manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, 11 Maret 2026.

Analis CGS menjelaskan bahwa, dengan elemahnya mayoritas indeks di bursa Wall Street, terkoreksinya harga komoditas energi dan cukup besarnya aksi jual investor asing diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. 

Baca juga: Di Tengah Volatilitas Pasar, Bank Nobu Umumkan Buyback Saham Rp50 Miliar

Diketahui, aksi jual investor asing pada perdagangan kemarin hampir mencapai Rp2 triliun atau lebih tepatnya senilai Rp1,93 triliun, dengan saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) paling banyak dijual.

Di sisi lain, naiknya harga beberapa komoditas mineral logam dan meredanya kekhawatiran terhadap potensi kenaikan inflasi berpeluang menjadi sentimen positif untuk IHSG. 

Diketahui, pada perdagangan kemarin (10/3) IHSG mampu ditutup menguat ke posisi 7.440,92 atau naik 1,41 persen dari level 7.337,36.

Baca juga: Pasar Modal Diguncang Isu Transparansi dan Tekanan Geopolitik, OJK Gaspol Reformasi Besar-besaran

Rekomendasi Saham Hari Ini

Pada perdagangan hari ini CGS International Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi kasih cuan, di antaranya PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).

Kemudian tiga saham lain yang direkomendasikan, PT Timah Tbk (TINS), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Refocusing Anggaran, Pemerintah Klaim Bisa Hemat Rp130 Triliun

Poin Penting Pemerintah melakukan efisiensi dan refocusing anggaran K/L untuk merespons dampak konflik Timur Tengah… Read More

15 mins ago

Penyaluran MBG Dipangkas, Potensi Hemat Bisa Tembus Rp20 Triliun

Poin Penting Pemerintah mengurangi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari 6 hari menjadi 5… Read More

30 mins ago

Airlangga Klaim Penerapan WFH Bisa Hemat APBN Rp6,2 Triliun

Poin Penting Kebijakan WFH berpotensi menghemat APBN sebesar Rp6,2 triliun dari kompensasi BBM, serta menekan… Read More

1 hour ago

Pemerintah Resmi Berlakukan WFH ASN, Bagaimana dengan Pekerja Swasta?

Poin Penting Pemerintah menetapkan kebijakan WFH bagi ASN satu hari per minggu (setiap Jumat) mulai… Read More

1 hour ago

LPS Siapkan Pembayaran Klaim Simpanan Nasabah BPR Pembangunan Nagari

Poin Penting LPS mulai verifikasi nasabah PT BPR Pembangunan Nagari per 31 Maret 2026, menyusul… Read More

1 hour ago

RUPST Bank Mega Sepakat Tebar Dividen Rp2 Triliun dan Saham Bonus Rp5,87 Triliun

Poin Penting RUPST PT Bank Mega Tbk menyetujui seluruh sembilan mata acara Tahun Buku 2025,… Read More

3 hours ago