Poin Penting
- Pada perdagangan IHSG hari ini diproyeksi uji resistance 6.080–6.120 setelah naik 1,92 persen ke 6.037,84
- Peringkat utang Indonesia tetap BBB outlook stabil menjadi katalis positif pasar saham
- Risiko yang diwaspadai: kenaikan harga minyak dan ketidakpastian kebijakan.
Jakarta – Phintraco Sekuritas memproyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini (14/7) secara teknikal akan menguji level resistance-nya dalam rentang 6.080-6.120.
“Diperkirakan IHSG berpotensi uji level resistance di 6.080-6.120 pada perdagangan Selasa (14/7). Namun perlu diwaspadai sentimen negatif kenaikan harga minyak yang dapat membebani penguatan indeks,” tulis Research Team Phintraco Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, 14 Juli 2026.
Ada sejumlah sentimen positif yang diprediksi mendongkrak pasar saham hari ini. Pertama, datang dari S&P Global Ratings yang menegaskan peringkat kredit jangka panjang Indonesia pada “BBB” dan jangka pendek pada “A-2” (13/7). Prospek peringkat jangka panjang masih dipertahankan di “Stabil”.
Baca juga: S&P Pertahankan Peringkat Utang RI Outlook Stabil, Bagaimana Dampaknya ke Pasar Saham?
Lembaga tersebut menilai bahwa pelemahan posisi fiskal dan eskternal Indonesia bersifat sementara serta berpotensi membaik seiring kenaikan harga komoditas dan upaya pemerintah meningkatkan penerimaan negara.
Prospek yang dipertahankan stabil mencerminkan harapan bahwa penerimaan ekspor akan meningkat seiring dengan kenaikan harga komoditas.
Dengan dipertahankannya peringkat Indonesia ini diharapkan akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar saham domestik sehingga kembali mendorong adanya arus masuk modal asing dan menjadi katalis positif bagi rebound lanjutan IHSG.
Adapun, S&P memperkirakan ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh 5,1 persen pada 2026, sebelum mencatatkan pertumbuhan rata-rata 4,9 persen per tahun sepanjang 2026–2029.
Prospek tersebut ditopang oleh belanja fiskal, program hilirisasi, serta penguatan pengelolaan sektor sumber daya alam.
Baca juga: IHSG Masih Volatil, Pengamat Ungkap Sektor Saham yang Masih Menarik Dicermati
Namun, S&P juga mengingatkan bahwa perubahan kebijakan yang berlangsung cepat dan ketidakpastian implementasi masih berpotensi memengaruhi kepercayaan investor serta menekan pasar keuangan dan nilai tukar rupiah.
Sementara diketahui, pada perdagangan kemarin IHSG ditutup menguat pada level 6.037,84 atau naik 1,92 persen pada perdagangan Senin (13/7). Volume dan nilai transaksi cenderung meningkat dibandingkan pekan lalu. (*)
Editor: Galih Pratama


