Poin Penting
- IHSG dibuka naik 0,52 persen ke 8.323,99 saat pembukaan, didominasi 282 saham menguat.
- IHSG diproyeksi bergerak di 8.200–8.400 dipengaruhi profit taking, inflow asing Rp1,37 triliun, dan pelemahan rupiah
- Sentimen global positif, Nasdaq Composite, Nikkei 225, dan KOSPI menguat.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka naik ke level 8.323,99 dari posisi 8.280,88 atau menguat 0,52 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (25/2).
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan perdagangan saham hari ini sebanyak 586,47 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 41 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp315,73 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 84 saham terkoreksi, 282 saham menguat dan 257 saham tetap tidak berubah.
Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, melihat IHSG secara teknikal pada hari ini diprediksi akan bergerak melemah di rentang level 8.200-8.400.
“Pada perdagangan kemarin (24/2), IHSG ditutup melemah 1,37 persen atau turun 115,2 poin ke level 8.280. IHSG hari ini (25/2) diprediksi positif dalam kisaran 8.200-8.400,” ucap Ratih dalam risetnya di Jakarta, 25 Februari 2026.
Baca juga: Bank OCBC NISP Mau Buyback Saham Rp1 Miliar, Ini Tujuannya
Ia melihat pergerakan IHSG hari ini bakal dipengaruhi oleh sentimen dari dalam negeri. Salah satunya datang dari IHSG yang dilanda aksi profit taking, meskipun investor asing inflow di seluruh pasar ekuitas senilai Rp1,37 triliun. Saham BMRI paling banyak diakumulasi di pasar reguler Rp577 miliar, setelah rilis laporan keuangan solid pada satu bulan pertama 2026.
Di sisi lain, kondisi JISDOR masih terdepresiasi Rp16.830 per USD (24/2), sehingga berpotensi menurunkan keuntungan yield dividen perbankan bagi investor asing.
Dari emiten, BBNI pada bulan pertama 2026 melaporkan pertumbuhan kredit 19 persen yoy Rp894 triliun. Pendapatan bunga bersih (NII) 17 persen yoy Rp3,7 triliun, PPOP Rp2,8 triliun naik 14 persen yoy, namun akibat CKPN meningkat membawa laba bersih tumbuh minimalis 3 persen yoy menjadi Rp1,7 triliun.
Baca juga: IHSG Berpotensi Kembali Melemah di Rentang 8.200-8.250
Sentimen Global
Adapun dari mancanegara, Bursa Wall Street rebound, indeks Nasdaq naik 1,05 persen (24/2). Pasar menanti pidato Presiden Donald Trump (State of the Union) malam ini, yang berpotensi mempengaruhi sentimen pasar, terutama terkait kebijakan tarif dan ekonomi.
Dari Asia, PBoC kembali mempertahankan suku bunga rendah LPR tenor 1 tahun 3 persen dan 5 tahun 3,5 persen senada.
Suku bunga tersebut telah berjalan dalam sembilan pertemuan beruntun untuk menjaga daya beli. Hari ini Bursa Asia Pasifik bergerak positif. Indeks Nikkei 225 naik 1,12 persen dan KOSPI menguat 0,95 persen (25/2). (*)
Editor: Galih Pratama










