Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka pada zona hijau ke level 6.850,09 atau naik 0,28 persen dari level 6.830,88.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 315,59 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 20 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp243,27 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 59 saham terkoreksi, sebanyak 220 saham menguat dan sebanyak 213 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: Bos BRI Ungkap Strategi untuk Menjaga Soliditas Meski Harga Saham Turun
Sebelumnya, Panin Sekuritas memproyeksikan, IHSG hari ini secara teknikal akan melanjutkan penguatannya ke rentang level 6.932-7.000.
“Hari ini IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance 6.932-7.000. Di sisi lain, support terdekat berada pada MA15 di 6.718,” ucap Manajemen Panin Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, 18 Februari 2025.
Baca juga: Wadirut Bank Mandiri Alexandra Askandar Borong Saham BMRI, Segini Nilainya
Pada perdagangan kemarin (17/2), IHSG ditutup menguat 2,90 persen ke level 6.830,88 yang didukung oleh naiknya saham BREN, BMRI, dan BBRI. Investor asing telah mencatatkan Net Sell Rp975,36 miliar pada perdagangan pasar reguler.
Adapun, Panin Sekuritas melihat pergerakan IHSG hari ini akan menguat didorong oleh berkurangnya tensi antara Rusia-Ukraina, menguatnya rupiah dan komoditas, serta mulai kembalinya inflow dana asing. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More