Poin Penting
- IHSG dibuka melemah 0,39% ke level 7.529 dengan aktivitas transaksi Rp327,56 miliar.
- Secara teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak di kisaran 7.500-7.650.
- Sentimen pasar dipengaruhi reviu MSCI, keputusan RDG BI, dan perlambatan pertumbuhan kredit.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan Rabu, 22 April 2026 pukul 09:00 WIB, kembali dibuka turun pada level 7.529,75 dari posisi 7.559,38 atau melemah 0,39 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 646,87 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan 69 ribu kali, dan total nilai transaksi mencapai Rp327,56 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 93 saham terkoreksi, 290 saham menguat dan 265 saham tidak berubah.
Baca juga: IHSG Berpotensi Menguat, Ini Katalis Penggeraknya
Analis Phintraco Sekuritas sebelumnya memprediksi bahwa IHSG pada hari ini secara teknikal diperkirakan akan bergerak di rentang level 7.500-7.650.
“Secara teknikal, IHSG sudah menutup gap down di 7.527 dan masih bertahan di atas level 7.500. Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran 7.500-7.650,” kata analis Phintraco dalam risetnya di Jakarta, Rabu, 22 April 2026.
Sentimen MSCI dan Potensi Perubahan Indeks
Ada sejumlah sentimen yang bakal memengaruhi perdagangan saham hari ini. Salah satunya Reviu Indeks MSCI yang mengumumkan bahwa akan kembali membekukan rebalancing indeks saham Indonesia untuk periode Mei 2026.
Meski demikian, MSCI tidak lagi menyinggung penurunan status pasar modal Indonesia ke frontier market, sehingga hal ini mengurangi salah satu kekhawatiran investor.
Di sisi lain, MSCI juga masih akan mengevaluasi konsistensi dan efektivitas kebijakan baru, termasuk peningkatan transparansi data kepemilikan saham dan rencana kenaikan batas minimum free float menjadi 15 persen.
Baca juga: Review MSCI Berpotensi Tekan IHSG, Analis Soroti Risiko Dana Asing Tertahan
Selain itu, MSCI berpotensi menghapus saham dengan kategori High Shareholding Concentration (HSC), sehingga saham BREN dan DSSA berpeluang keluar dari MSCI Global Standard Indexes.
Namun, langkah tersebut telah diantisipasi sebelumnya. MSCI akan memberikan pengumuman lanjutan pada Juni 2026.
Investor Tunggu RDG BI dan Data Kredit
Investor pada hari ini juga akan mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang diperkirakan akan mempertahankan BI Rate tetap di level 4,75 persen, Rabu (22/4).
Selain itu, pasar menantikan rilis data pertumbuhan kredit Maret 2026 yang diperkirakan masih akan melambat menjadi 7,5 persen dari 9,37 persen pada Februari 2026. (*)
Editor: Yulian Saputra


