Poin Penting
- IHSG dibuka menguat 0,40 persen ke level 6.527,31, dengan 292 saham naik, 108 saham turun, dan 256 saham stagnan
- KISI memproyeksikan IHSG melanjutkan penguatan dengan target resistance 6.630 dan support 6.370, seiring terkonfirmasinya pola symmetrical triangle
- Sentimen eksternal masih menjadi perhatian setelah indeks utama Wall Street kompak melemah, dipicu kenaikan yield obligasi AS dan kinerja Walmart yang di bawah ekspektasi.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (21/8) dibuka menguat 0,40 persen ke level 6.527,31 dari posisi sebelumnya 6.501,58.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 666,60 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 52 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp339,30 miliar.
Dari sisi pergerakan saham, tercatat terdapat 108 saham terkoreksi, 292 saham menguat, dan 256 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Bakal Uji Level 6.600, Ini Sentimen Penggeraknya
Sebelumnya, Investment Specialist Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Ahmad Faris Mu’tashim, memproyeksikan IHSG pada hari ini akan bergerak menguat.
“Untuk perdagangan hari ini, IHSG diproyeksikan akan bergerak menguat seiring terkonfirmasinya pola simetrical triangle, dengan target resistance terdekat 6.630 dan support 6.370,” ucapnya dalam riset harian di Jakarta, 21 Agustus 2026.
Dari pasar domestik, IHSG pada perdagangan kemarin (20/8) ditutup menguat menembus level 6.500, dengan ditutup pada 6.501.
Kenaikan tersebut masih didominasi oleh saham komoditas seperti AMMN dan BRMS, dan penguatan BBCA juga mendorong rally sepanjang perdagangan kemarin.
Baca juga: BEI Mau Ubah Batas Harga Minimum Saham jadi Rp1
Sementara dari indeks utama bursa Wall Street ditutup kompak melemah. Ini seiring anggapan pelaku pasar bahwa langkah buyback obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) hanyalah solusi jangka pendek yang membuat yield obligasi naik kembali.
Sektor konsumer staples mencatatkan pelemahan sebesar 1,93 persen seiring rilis kinerja Wall Mart yang di bawah ekspektasi. S&P500 turun 0,87 persen, DJIA melemah 1,32 persen, dan Naasdaq merosot 1 persen. (*)
Editor: Galih Pratama


