Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Phintraco Sekuritas melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini (19/9) secara teknikal berpotensi bergerak sideways di rentang 7.970-8.070.
“IHSG diperkirakan akan cenderung bergerak sideways pada kisaran 7.970-8.070 pada perdagangan Jumat (19/9),” tulis Research Team Phintraco Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, 19 September 2025.
Secara teknikal, IHSG masih berada di atas level MA20 dan MA200, yang mengindikasikan dalam jangka pendek dan jangka panjang masih di area bullish.
Baca juga: ADMF dan MFIN Buyback Saham yang Tolak Aksi Merger, Ini Rinciannya
Namun, saat ini IHSG berada di upper band bollinger bands, yang mengindikasikan ada potensi koreksi jangka pendek atau konsolidasi karena mendekati area overbought.
Di mana, pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah di level 8.008,43 0,21 persen, setelah bergerak fluktuatif dalam kisaran 7.995-8.068.
“Investor cenderung melakukan sell on news atas penurunan suku bunga The Fed yang telah diantisipasi sebelumnya serta aksi profit taking setelah mencapai level tertinggi baru,” imbuhnya.
Sentimen dari global salah satunya berasal dari indikasi penurunan suku bunga The Fed yang hanya sebanyak satu kali tahun 2026, satu kali tahun 2027 dan tidak ada pemangkasan tahun 2028. Kabar ini cukup mengecewakan pasar yang berharap pemangkasan suku bunga lebih banyak akan berlanjut pada tahun depan.
Baca juga: FORE Injeksi Modal USD500 Ribu ke Anak Usaha di Singapura, Ini Tujuannya
Adapun dari Jepang (19/9), investor akan mencermati keputusan moneter Bank of Japan yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya tetap pada level 0,5 persen, yang merupakan level tertinggi sejak 2008.
Sedangkan dari Inggris akan dirilis data retail sales bulan Agustus yang diperkirakan melambat menjadi 0,4 persen mom dari 0,6 persen di Juli 2025. (*)
Editor: Galih Pratama
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More