Market Update

IHSG Berpotensi Menguat, Ini Sentimen Pendukungnya

Jakarta –  Pilarmas Investindo Sekuritas melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal hari ini (5/9) akan berpotensi mengalami penguatan terbatas dengan level support 7.580 dan level resistance 7.780.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance di level 7.580-7.780. Ada potensi untuk terkoreksi ya,” tulis manajemen dalam market review di Jakarta, 5 September 2024.

Manajemen Pilarmas menyoroti, beberapa waktu terakhir para pelaku pasar dan investor mulai waspada kepada data pasar tenaga kerja, di mana JOLTS Job Openings turun dari sebelumnya 7.910 ribu menjadi 7.673 ribu.

Baca juga: Permudah Investor Pilih Saham Profit, BEI dan Infovesta Luncurkan IDX-Infovesta Multi-Factor 28

“Hal ini yang membuat pelaku pasar dan investor merasa khawatir bahwa perlambatan ekonomi berpotensi terjadi saat ini, dan mereka berharap bahwa perekonomian dapat bertahan hingga The Fed menurunkan tingkat suku bunga,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, Factory Orders tercatat masih sangat baik, di mana tumbuh lebih tinggi dari sebelumnya minus 3,3 persen menjadi 5 persen. Begitupun dengan pesanan barang-barang tahan lama, di mana Durable Goods Orders turun dari sebelumnya 9,9 persen menjadi 9,8 persen.

Meski begitu, sejauh ini pasar masih cukup terkendali, karena belum banyak data yang memberikan arti, karena masih ada data Change in Nonfarm Payrolls Amerika dan upah diproyeksi mengalami kenaikkan yang akan dirilis Jumat nanti. 

Baca juga: BEI Catat 23 Emiten Antre IPO, 5 di Antaranya Beraset Jumbo

Apabila hal ini mengalami kenaikkan, maka pelaku pasar dan investor akan jauh lebih tenang, karena perekonomian masih cukup kuat. Kedua data tersebut akan mempengaruhi level pengangguran yang mengalami penurunan dari sebelumnya 4,3 persen menjadi 4,2 persen.

Adapun, Pilarmas memperkirakan bahwa, pemangkasan suku bunga The Fed kemungkinan besar akan terjadi pada kuartal I-2025, di sekitar bulan Februari, dengan kisaran pemangkasan akan dalam jumlah yang relatif sedikit, sekitar 10 hingga 20 bps. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Jangan Sampai Boncos, Perencana Keuangan Ungkap 3 Prinsip Utama Kelola THR

Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More

2 hours ago

Industri Asuransi Jiwa Sudah Bayar Klaim Korban Bencana Sumatra Rp2,6 Miliar

Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More

6 hours ago

Investasi Asuransi Jiwa Tembus Rp590,54 Triliun, Mayoritas Parkir di SBN

Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More

6 hours ago

Rosan Dapat Pesan Khusus Prabowo soal Pengembangan Ekonomi Syariah

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menekankan ekonomi syariah harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Rosan… Read More

6 hours ago

Klaim Asuransi Kesehatan Naik 9,1 Persen Jadi Rp26,74 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Klaim asuransi kesehatan naik 9,1 persen pada 2025, mencapai Rp26,74 triliun, mencerminkan meningkatnya… Read More

6 hours ago

Rosan: Ekonomi Syariah Jadi Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Tensi Geopolitik

Poin Penting Rosan Roeslani menekankan ekonomi syariah mampu memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian… Read More

7 hours ago