IHSG Berpotensi Melemah, Ini Katalis Pemicunya

IHSG Berpotensi Melemah, Ini Katalis Pemicunya

Poin Penting

  • IHSG diproyeksi lanjut melemah pada awal pekan, dengan kisaran support di 6.800–6.915 dan resistance 7.140–7.250
  • Sentimen negatif pasar meningkat, dipicu masuknya BREN dan DSSA ke daftar saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi serta kenaikan harga minyak global
  • Rekomendasi saham pilihan meliputi MAPI, INDY, AALI, TAPG, DSNG, dan AADI yang dinilai berpotensi cuan di tengah tekanan pasar.

Jakarta – CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal pada awal pekan ini Senin (6/4) masih akan melanjutkan pelemahannya.

“IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan kisaran support 6.800-6.915 dan resistance 7.140-7.250,” tulis manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, 6 April 2026.

Diketahui, pada perdagangan Kamis lalu (27/3) IHSG ditutup merosot ke posisi 7.026,78 atau melemah sebanyak 2,19 persen dari level 7.184,43.

Baca juga: BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Analis CGS menjelaskan bahwa, dengan masuknya dua emiten konstiuen MSCI Standard Cap yaitu BREN dan DSSA ke dalam daftar kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. 

Sementara itu, kembali melonjaknya harga minyak mentah setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan batas waktu terbaru bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz berpeluang menjadi tambahan sentimen negatif untuk IHSG. 

Baca juga: Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Rekomendasi Saham

Pada perdagangan hari ini CGS International Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi cuan, di antaranya adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).

Ada juga saham PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI). (*)

Editor: Galih Pratama

Related Posts

News Update

Netizen +62