Poin Penting
- IHSG diprediksi melanjutkan pelemahan pada perdagangan 9 Maret 2026 dengan kisaran support 7.365–7.475 dan resistance 7.700–7.810 menurut riset CGS International Sekuritas Indonesia.
- Pada penutupan perdagangan 6 Maret 2026, IHSG berada di 7.585,68 atau turun 1,62 persen dari posisi sebelumnya 7.710,53.
- Sentimen negatif datang dari pelemahan indeks Wall Street, lonjakan harga minyak yang berpotensi memicu inflasi, serta aksi jual investor asing.
Jakarta – CGS International Sekuritas Indonesia melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal hari ini (9/3) diprediksi akan bergerak melanjutkan pelemahannya.
“IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan kisaran support 7.365-7.475 dan resistance 7.700-7.810,” tulis manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, 9 Maret 2026.
Diketahui pada perdagangan Jumat lalu (6/3) IHSG masih ditutup bertahan pada zona merah ke posisi 7.585,68 atau melemah 1,62 persen dari level 7.710,53.
Baca juga: Sebagian Saham Bank di Indeks INFOBANK15 Masih Menguat Meski IHSG Melemah
Analis CGS menjelaskan dengan melemahnya mayoritas indeks di bursa Wall Street, melonjaknya harga minyak mentah yang dikhawatirkan akan mendorong kenaikan inflasi dapat menjadi sentimen negatif.
Tak hanya itu, sentimen negatif untuk IHSG diprediksi juga datang dari aksi jual investor asing yang telah outflow Rp21,14 triliun sejak awal 2026.
Baca juga: 5 Saham Ini jadi Faktor Pemberat IHSG dalam Sepekan
Rekomendasi Saham
Pada perdagangan hari ini CGS International Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi cuan, di antaranya PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).
Ada juga tiga saham lain yang direkomendasikan, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), PT United Tractors Tbk (UNTR), dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM). (*)
Editor: Galih Pratama










