Poin Penting
- IHSG diproyeksikan terkoreksi menguji area support di level 6.450.
- IHSG masih tertahan di bawah resistance kuat 6.550 setelah beberapa kali gagal breakout.
- Pelemahan bursa global dan ketegangan geopolitik menjadi sentimen yang membayangi pasar.
Jakarta – Tim Investment Specialist Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) menyoroti pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (31/8). Secara teknikal, IHSG berpeluang melemah ke level 6.450.
“Untuk perdagangan hari ini, IHSG diproyeksikan berpotensi terkoreksi kembali menguji area support di level 6.450, sebelum berpeluang melanjutkan fase penguatannya menuju target 6.600,” ujarnya dalam riset harian di Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026.
Potensi koreksi tersebut terjadi karena IHSG masih tertahan di bawah area resistance kuat 6.550. Level tersebut telah beberapa kali diuji, tetapi IHSG belum berhasil menembusnya atau breakout.
Pada pekan lalu, IHSG ditutup melemah tipis 0,12 persen secara mingguan. Pergerakan pasar saham domestik juga cenderung volatil akibat risiko sosial dan politik dalam negeri yang meningkat seiring maraknya aksi demonstrasi.
Baca juga: IHSG Sepekan Melemah 0,12 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp11.431 Triliun
Adapun dari eksternal, indeks utama bursa Wall Street ditutup kompak melemah pada akhir pekan lalu. Tekanan tersebut juga membayangi pergerakan kontrak berjangka saham AS (US stock futures) pada Senin pagi ini.
Pelemahan pasar ekuitas global dipicu meningkatnya kembali ketegangan geopolitik setelah serangan militer Amerika Serikat (AS) ke Iran. Kondisi tersebut mendorong harga minyak mentah dunia melonjak hingga 2 persen.
Baca juga: CIMB Niaga Prediksi IHSG Masih Konservatif hingga Akhir 2026, Berpotensi ke 7.000
Perang yang berkepanjangan makin meningkatkan ketidakpastian pasar, terutama terkait stabilitas harga energi dan perkembangan geopolitik global. (*)
Editor: Yulian Saputra


